Hiburan

Menbud Buka Utsawa Bali Sani ke-11, Serukan Pelindungan Warisan Budaya

Bagikan:
Pembukaan Utsawa Bali Sani ke-11 oleh Menteri Kebudayaan di Universitas Hindu Indonesia

Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, membuka Utsawa Bali Sani ke-11 pada Kamis malam, 24 September 2026, di Universitas Hindu Indonesia (UNHI). Ia menyerukan penguatan pelindungan warisan budaya serta pengembangan ekosistem seni, termasuk kolaborasi lebih erat dengan perguruan tinggi sebagai bagian dari penguatan kelembagaan budaya nasional.

Momentum kelembagaan dan dasar hukum

Fadli Zon menilai pembentukan Kementerian Kebudayaan sebagai kementerian mandiri sejak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting bagi pemajuan kebudayaan. Menurutnya, hadirnya kementerian khusus itu merupakan langkah bersejarah selama 79 tahun Indonesia merdeka.

Ia juga mengingatkan dasar konstitusional dan regulasi yang menjadi landasan kebijakan kebudayaan nasional.

"Kita punya amanat konstitusi yang selalu saya kutip di berbagai tempat, yaitu Pasal 32 ayat (1) Undang-Undang Dasar 1945. Yang diturunkan menjadi Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017, yaitu Undang-Undang tentang Pemajuan Kebudayaan,"

Program prioritas Kementerian Kebudayaan

Kementerian menggenjot program yang menargetkan pelindungan sekaligus pemajuan aset budaya. Fadli Zon menyebut beberapa program prioritas yang dipercepat pelaksanaannya.

  • Manajemen Talenta Nasional untuk penguatan sumber daya manusia di bidang seni dan budaya;
  • Percepatan penetapan Cagar Budaya Nasional dan revitalisasi situs bersejarah;
  • Pencatatan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dan skema Dana IndonesiaRaya;
  • Pengajuan Budaya Tempe dan Teater Makyong sebagai warisan UNESCO.

Bali sebagai contoh ekosistem budaya

Dalam pidatonya, Menbud menyinggung peran Bali yang dikenal luas sebagai pusat seni dan budaya. Ia menilai ekosistem budaya di Bali telah tumbuh lama dan menjadi rujukan bagi daerah lain, namun menekankan pentingnya pemeliharaan agar tradisi tidak hilang.

"Ini adalah satu modal budaya yang kuat, tetapi tentu saja tidak bisa disepelekan, harus tetap dijaga, dipelihara. Karena sewaktu-waktu bisa hilang kalau pelaku-pelakunya meninggalkan budaya, agama, dan juga seni budaya yang menjadi ekspresi di Bali,"

Fadli Zon menegaskan bahwa budaya juga berperan sebagai soft power dan potensi pendorong ekonomi baru bila dikelola dalam ekosistem yang sehat dan berkelanjutan.

"Berbeda dengan sumber daya alam yang memiliki keterbatasan, ekonomi budaya yang dibangun dalam ekosistem yang sehat. Dan juga berkelanjutan dapat terus tumbuh selama ekosistem kebudayaan dan manusianya tetap terjaga,"

Peran perguruan tinggi dan opsi afirmasi

Menbud menekankan peran strategis perguruan tinggi dalam menginstitusikan warisan budaya melalui pendidikan, penelitian, dan pengembangan pengetahuan. Perguruan tinggi dinilai krusial untuk memastikan kesinambungan praktik dan ilmu kebudayaan.

Sebagai tindak lanjut, Kementerian membuka opsi pengembangan skema afirmasi untuk bidang-bidang berkaitan karakter khusus, misalnya pengobatan tradisional, yang membutuhkan dukungan berkelanjutan.

Penyelenggaraan Utsawa Bali Sani ke-11 menjadi wadah konsolidasi langkah kebijakan tersebut sekaligus panggung untuk menguatkan jejaring antar-institusi dalam rangka menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia.

Tiara Permata
Penulis
Tiara Permata

Jurnalis hiburan yang fokus pada dunia selebritas, film, musik, dan budaya populer.

Berita Terkait