Prabowo Bentuk URI untuk Benahi Kualitas SDM Pemerintahan
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI)
Alasan pembentukan URI
Presiden mengatakan banyak masalah di lembaga negara berakar dari kualitas SDM. Perbaikan organisasi dinilai tidak efektif jika proses rekrutmen dan pengembangan pegawai tetap sama. Oleh karena itu, pemerintah ingin menyiapkan lembaga pendidikan khusus untuk calon pemimpin dan administrator negara.
“Kita harus memperbaiki semua institusi kita. Kalau ada ketidaksinkronan antara lembaga dan ada gap yang Anda katakan, itu tantangan kita, harus kita perbaiki,”
Fungsi dan struktur URI
URI dirancang sebagai ekosistem pendidikan dan pelatihan yang menempatkan prinsip merit dan seleksi ketat sebagai dasar. Salah satu lembaga yang akan masuk dalam ekosistem ini adalah Lembaga Administrasi Negara (LAN), yang rencananya direvitalisasi di bawah URI.
“Langkah apa untuk memperbaiki rekrutmen, evaluasi, pembinaan, persiapan, itu yang kita lakukan. Makanya, antara lain saya bentuk Universitas Republik Indonesia,”
Presiden menyebut fungsi LAN awalnya untuk menyiapkan administrator negara yang kompeten. Namun seiring waktu, peran itu dinilai melemah menjadi sekadar formalitas. Revitalisasi di bawah URI bertujuan mengembalikan peran substantif LAN.
“URI ini nanti akan punya lembaga-lembaga, antara lain LAN. Lembaga Administrasi Negara ini mau kita revamp di bawah URI,”
Model pendidikan dan sistem seleksi
Pemerintah mencontoh model pendidikan administrator publik di Prancis, École Nationale d'Administration (ENA), yang mengkombinasikan pendidikan berkualitas dan seleksi ketat. Prabowo menyatakan akan mengumpulkan lulusan terbaik dari berbagai universitas setiap tahun sebagai peserta program specialisasi di URI.
“Kita testing yang terbaik dari setiap lulusan semua universitas. Tiap tahun, IQ yang tertinggi itu yang kita kumpulkan dan ini yang akan kita siapkan di situ,”
Dampak dan prospek
Pembentukan URI diharapkan memperkuat profesionalisme aparatur negara dan memastikan pejabat yang menempati posisi strategis memiliki kompetensi yang dapat dievaluasi. Ke depan, keberhasilan URI akan bergantung pada ketegasan pelaksanaan sistem merit dan kualitas seleksi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Menhub: Harhubnas 2026 Momentum Evaluasi Pelayanan Transportasi
Menhub Dudy minta Harhubnas 2026 jadi momen evaluasi pelayanan, mengutamakan keselamatan dan konektivitas an...
Polda Metro Jaya Perkuat Pengawasan Pangan, Lindungi Petani
Polda Metro Jaya memperketat pengawasan pangan sejak penanganan dugaan impor ilegal kacang tanah, untuk lind...
DPR Tambah Anggaran Komnas HAM Rp25 Miliar untuk Kemandirian Lembaga
Komisi XIII DPR tambah anggaran Rp25 miliar untuk Komnas HAM dan Komnas Perempuan guna kemandirian anggaran...
Basarnas Perluas Pencarian KM Arupadhatu 1 Hari ke-10
Basarnas memperluas pencarian KM Arupadhatu 1 di Selat Sunda hari ke-10, melibatkan 24 kapal dan helikopter...
RSCM: Memori Febiona Korban Keracunan MBG di Karo Baik
RSCM menyatakan memori Febiona Purba, korban keracunan MBG di Karo, dalam kondisi baik setelah pemeriksaan k...
Pemprov DKI Minta Danantara Bantu Pendanaan LRT Jakarta
Gubernur DKI minta BPI Danantara ikut mendanai perpanjangan LRT Jakarta saat menjajal jalur Kelapa Gading–Ma...