Uji Kompetensi Hipnoterapis BNSP Perluas Layanan Kesehatan Mental
Uji Kompetensi Hipnoterapis Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) melibatkan 71 peserta dari berbagai latar belakang pada pelaksanaan yang berlangsung hingga 26 Mei 2026. Kegiatan digelar oleh Lembaga Sertifikasi Profesi Kompeten Hipnotis Indonesia (LSP KHI) melalui Tempat Uji Kompetensi (TUK) Indonesian Hypnosis Centre (IHC), dengan salah satu lokasi di Hotel Asyana Kemayoran, Jakarta Pusat. Tujuan utamanya adalah memperluas akses layanan kesehatan mental sekaligus memperjuangkan pengakuan resmi terhadap profesi hipnoterapis.
Peserta dan lokasi pelaksanaan
Jumlah peserta mencapai 71 orang, datang dari beragam profesi. Mereka mengikuti uji kompetensi yang dilaksanakan di beberapa daerah di Indonesia, termasuk Jakarta.
- Dokter
- Psikolog klinis
- Dosen
- Guru
- Tokoh agama
- Ibu rumah tangga
Pengakuan profesi dan perlindungan publik
Asesor penguji I Dewa Gede Sayang Adi Yadnya menilai uji ini bukan sekadar administrasi. Menurutnya, kegiatan adalah upaya mendapatkan pengakuan negara dan menjamin praktik yang legal serta profesional.
"Ini bukan sekadar mengejar sertifikat, tetapi memperjuangkan pengakuan resmi negara terhadap profesi hipnoterapis. Sekaligus melindungi masyarakat agar dilayani oleh praktisi yang legal, profesional, dan kompeten," ujar Dewa, Selasa, 26 Mei 2026.
Kesenjangan tenaga kesehatan jiwa
Dewa menggarisbawahi bahwa Indonesia menghadapi tantangan serius di bidang kesehatan mental, terutama pada anak dan remaja. Tingginya angka gangguan mental belum diimbangi jumlah tenaga profesional dan fasilitas yang memadai.
Data dari konferensi ilmiah dan asosiasi profesi menunjukkan ketersediaan tenaga masih terbatas.
| Jenis Tenaga | Jumlah (data terbaru) |
|---|---|
| Psikiater | 1.053 |
| Psikolog klinis (tercatat) | 4.109 (anggota aktif sekitar 3.067) |
Dampak di lingkungan pendidikan
Kondisi ini juga terasa di sekolah. Rasio bimbingan dan konseling (BK) yang ideal jauh dari kenyataan. Satu guru BK kerap menangani 500–1.000 siswa, jauh di atas rasio ideal.
Dewa menilai kompetensi hipnoterapis profesional dapat memperkuat kapasitas guru BK dalam mendampingi siswa yang menghadapi masalah kesehatan mental.
Peran LSP KHI dan skema uji kompetensi
Ketua LSP KHI, Riswan Ekananta, mengatakan lembaganya telah menyertifikasi dua skema kompetensi: Juru Hipnotis dan Hipnoterapis. Pada 2026, LSP KHI menyiapkan empat skema uji, termasuk skema terbaru Clinical Hypnosis dan Instruktur Hipnosis.
Langkah ini bagian dari penguatan standar profesi di bidang hipnosis dan hipnoterapi di Indonesia. Tujuannya adalah meningkatkan kualitas praktik dan memberikan jaminan kompetensi bagi publik.
Ke depan, keberlanjutan uji kompetensi dan pengembangan skema menjadi aspek penting untuk memperluas layanan kesehatan mental di seluruh lapisan masyarakat.
Berita Terkait
Deteksi Dini Kanker Jadi Sorotan Siloam Oncology Summit 2026
MRCCC Siloam Semanggi fokuskan deteksi dini dan precision oncology pada Siloam Oncology Summit 2026 untuk ti...
Alarm Demensia: 36% Lansia Indonesia Terindikasi Gangguan Kognitif
Cek kesehatan terhadap 7 juta lansia menunjukkan 36% terindikasi gangguan kognitif; pencegahan lewat olahrag...
24 Mei: Hari Skizofrenia Sedunia, Pesan dan Pentingnya Deteksi
24 Mei diperingati sebagai Hari Skizofrenia Sedunia untuk tingkatkan kesadaran, deteksi dini, dan melawan st...
Wamenkes: Hantavirus di Indonesia Beda dengan Kasus Kapal Pesiar
Wamenkes Dante Saksono memastikan hantavirus di Indonesia adalah tipe renal, berbeda dari kasus kapal pesiar...
Kemenkes Tingkatkan Kewaspadaan Antisipasi Virus Ebola
Kemenkes segera tingkatkan kewaspadaan setelah menerima informasi soal Ebola; screening, karantina, dan SE d...
Wamenkes Usulkan Imunisasi Saat Libur untuk Genjot Vaksin Anak Aceh
Wamenkes usulkan imunisasi akhir pekan di Aceh untuk tingkatkan cakupan vaksin anak yang masih rendah, sekit...