Trenggalek Tampil di Korea 2026, Novita Dorong Turonggo Yakso
Trenggalek — Anggota Komisi VII DPR RI, Novita Hardini, mendorong promosi budaya dan ekonomi kreatif Trenggalek lewat partisipasi Turonggo Yakso pada ajang pariwisata internasional di Korea Selatan. Acara yang berlangsung pada September–Oktober 2026 itu diikuti oleh lebih dari 200 negara. Novita menilai kesempatan ini strategis untuk memperkenalkan budaya Mataraman sekaligus membuka pasar pariwisata global.
Momentum diplomasi budaya
Keikutsertaan Turonggo Yakso dianggap sebagai langkah diplomasi budaya. Delegasi Indonesia akan menampilkan kesenian khas Mataraman sebagai representasi kekayaan budaya Nusantara. Novita menekankan tampil di forum internasional penting untuk memperluas jangkauan promosi daerah dan meningkatkan daya tarik wisata Trenggalek.
"Ini adalah kesempatan emas bagi Trenggalek dan kawasan Mataraman untuk menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki kekayaan budaya yang luar biasa. Turonggo Yakso bukan hanya seni pertunjukan, tetapi identitas, sejarah, dan kebanggaan masyarakat yang harus kita perkenalkan secara lebih luas,"
Dorongan untuk ekonomi kreatif
Sebagai anggota Komisi VII yang membidangi pariwisata dan ekonomi kreatif, Novita mendorong promosi budaya yang berkelanjutan dan terukur. Menurutnya, budaya tidak boleh hanya dipertahankan sebagai warisan. Budaya harus menjadi instrumen pembangunan yang mendorong pariwisata, ekonomi kreatif, dan penyerapan tenaga kerja lokal.
"Budaya tidak boleh hanya menjadi tontonan. Budaya harus menjadi kekuatan ekonomi yang mampu menggerakkan pariwisata, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,"
Novita menegaskan pihaknya terus memperjuangkan agar potensi daerah seperti Trenggalek mendapat ruang tampil di level dunia. Promosi yang konsisten diharapkan memberi efek domino pada penciptaan lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat setempat.
Kawasan Mataraman di panggung internasional
Selain Turonggo Yakso, delegasi akan memperkenalkan elemen budaya lain dari kawasan Mataraman. Langkah ini bertujuan menampilkan keragaman budaya Jawa Timur yang kaya nilai sejarah dan filosofi. Novita melihat kegiatan tersebut juga memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan Korea Selatan yang semakin intensif.
Dampak dan prospek
Partisipasi Trenggalek pada ajang internasional diharapkan menarik minat wisatawan mancanegara. Selain itu, hadirnya delegasi membuka peluang kolaborasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Jika dikelola baik, promosi ini dapat memperluas pasar, meningkatkan daya saing produk lokal, dan memperkuat identitas budaya Indonesia di mata dunia.
Dengan persiapan yang matang, tampil di Korea Selatan menjadi langkah konkret untuk memajukan pariwisata berbasis budaya dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat Trenggalek.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pelatihan Pupuk Organik Mandiri di Bojonegoro Turunkan Biaya Petani
Ratusan petani di Kanor, Bojonegoro dilatih membuat pupuk organik mandiri pada 7 Agustus 2026 untuk tekan bi...
Soekarno Cup 2026 di Surabaya: Ajang Pembinaan Talenta Sepak Bola
Soekarno Cup 2026 di Surabaya digelar 10–24 Agustus sebagai ajang pembinaan talenta muda, memperkuat disipli...
Soekarno Cup 2026: Wadah Pembinaan Talenta Muda dan Karakter
Soekarno Cup 2026 digelar 10-24 Agustus di Jatim sebagai wadah pembinaan karakter dan talenta sepak bola mud...
Bupati Minta PUDAM Bangkalan Perbaiki Layanan untuk Dongkrak PAD
Bupati Bangkalan minta PUDAM tingkatkan layanan air bersih untuk dorong PAD dan menarik investor, termasuk p...
Blitaria Expo: Etalase Pembangunan dan Dorong UMKM Blitar
Blitaria Expo di Kanigoro (6–9 Agustus 2026) jadi etalase capaian pembangunan dan sarana promosi UMKM untuk...
Agus Yudha Hadiri PKDI Cup II, PKDI Lumajang Menang 4-2
Agus Yudha hadir di Stadion Semeru dan memberi dukungan setelah PKDI Lumajang memenangkan laga pembuka PKDI...