Wamenkes: Transplantasi Sumsum Tulang Potensi Terapi Definitif
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono menyatakan transplantasi sumsum tulang berpotensi menjadi terapi definitif bagi pasien kanker darah. Pernyataan itu disampaikan pada konferensi pers di RS Kanker Dharmais, Jakarta Barat, Rabu, 30 September 2026. Menurut Dante, gangguan pada sumsum tulang mengakibatkan kanker darah karena sumsum tulang adalah pusat produksi sel darah.
Transplantasi sebagai terapi definitif
Dante menjelaskan bahwa penggantian sumsum tulang dapat mengembalikan fungsi pembentukan sel darah. Proses regenerasi sel yang sehat diharapkan menghentikan proliferasi sel kanker dan memulihkan fungsi hematopoiesis.
"Penggantian sumsum tulang memungkinkan sel kanker darah beregenerasi menjadi sel-sel baru yang normal dan sehat. Dengan regenerasi tersebut, fungsi pembentukan sel darah dapat kembali berjalan secara normal,"
Pengalaman RS Kanker Dharmais
RS Kanker Dharmais disebutkan sebagai rumah sakit yang sudah mengembangkan layanan transplantasi sumsum tulang. Dante menyoroti uji tantangan yang diberikan pada 2024 untuk menangani 10 pasien transplantasi.
"Pada 2024 kita berikan tantangan kepada Rumah Sakit Dharmais, coba 10 pasien bisa tidak transplantasi sumsum tulang. Ternyata dokter Wahyu menjawab, 10 pasien itu selesai dalam waktu satu setengah tahun,"
Keberhasilan tersebut dipandang sebagai langkah positif dalam upaya memperluas layanan transplantasi di Indonesia.
Hambatan pembiayaan dan akses
Dante menekankan bahwa kendala utama saat ini adalah biaya. Ia menyebutkan estimasi biaya transplantasi mencapai Rp1,2 miliar dan sejauh ini belum ditanggung penuh oleh BPJS Kesehatan. Kondisi ini membatasi akses pasien yang memerlukan terapi tersebut.
Untuk mengatasi hambatan biaya, pemerintah berencana mendorong pemanfaatan teknologi baru yang diharapkan dapat menurunkan biaya prosedur. Upaya ini diarahkan agar layanan bisa diakses lebih luas oleh pasien yang membutuhkan.
Prospek dan langkah ke depan
Keberhasilan Dharmais dan rencana adopsi teknologi menjadi titik awal yang penting. Namun, realisasi akses luas masih bergantung pada penyelesaian masalah pembiayaan dan kebijakan pembiayaan publik.
Jika dukungan pembiayaan dan teknologi yang lebih murah terealisasi, transplantasi sumsum tulang berpeluang menjadi pilihan terapi utama bagi pasien kanker darah di Indonesia.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
BPOM Pastikan Stok Antiviral Influenza A (H1N1) Cukup
BPOM menyatakan stok antiviral untuk influenza A (H1N1) mencukupi meski kasus meningkat; Kemenkes catat 1.52...
Suntikan Rp20 Triliun untuk BPJS: 6 Catatan Fahira Idris
Fahira Idris menyambut suntikan Rp20 triliun untuk BPJS, namun memberi enam catatan agar dana memperkuat ket...
Tangsel: Delapan Warga Positif Influenza A, Dinkes Perketat Pengawasan
Delapan warga Tangsel terkonfirmasi Influenza A (19 Ags–15 Sep 2026); Dinkes memperketat pengawasan dan imba...
Wamenkes Kirim Tim Usut Dugaan Guidewire Tertinggal di Jantung
Kemenkes kirim tim investigasi atas dugaan guidewire tertinggal di jantung pasien; penyelidikan dimulai sete...
Wamenkes: Dharmais Selesaikan Transplantasi Sumsum Tulang untuk 10 Pasien
Wamenkes menyatakan RS Kanker Dharmais menuntaskan 10 transplantasi sumsum tulang, capaian dari tantangan pe...
Kemenkes Uji Sistem Rujukan JKN Berbasis Kompetensi Medis
Kemenkes uji sistem rujukan JKN berbasis kompetensi mulai 30 Sept 2026; penilaian rumah sakit berdasarkan ke...