BRIN Kembangkan Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla
BRIN mengembangkan inovasi tepung (pati) singkong sebagai flame retardant untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pengembangan ini masih pada tahap laboratorium per 6 September 2026 dan menghadapi tantangan utama yakni ketersediaan ammonium polifosfat (APP) serta kebutuhan scale-up produksi sebelum bisa dipakai secara massal.
Tantangan utama: pasokan bahan baku dan scale-up
Salah satu hambatan riset adalah APP, bahan penghambat api yang saat ini harus diimpor dari Cina karena belum tersedia di pasar domestik. Selain itu, penelitian membutuhkan peningkatan skala produksi pati agar formulasi bisa diproduksi massal dan teruji efisien.
"Amonium polifosfa tidak tersedia di Indonesia dan harus dibeli dari luar negeri yaitu Cina. Oleh sebab itu, ketersediaan bahan baku APP menjadi tantangan dalam riset kami,"
Keterangan tersebut disampaikan oleh Periset Kimia Molekuler BRIN, Julinton, pada Minggu, 6 September 2026. Ia menegaskan belum ada target waktu penyelesaian karena beberapa masalah teknis masih harus diselesaikan.
Tahap pengembangan dan uji coba lapangan
Pengembangan saat ini fokus pada formulasi dan kestabilan saat disemprot untuk meningkatkan retensi air dan membentuk lapisan pelindung pada vegetasi. Uji efektivitas diarahkan pada kemampuan menekan penyebaran api.
Polri merespons positif rencana uji terbatas memakai drone untuk menyemprot area 10 x 10 meter. Uji coba ini bertujuan melihat performa formulasi pada skala kecil sebelum peningkatan skala lebih lanjut.
"Respon positif Polri melakukan uji terbatas di area 10 x 10, tujuannya kami ingin melihat formulasi ini yang mendekatkan kebakaran hutan terutama di Kalimantan,"
Sebelumnya Kapolri juga menyampaikan hasil uji lokal yang menunjukkan potensi singkong sebagai alternatif bahan penekan api.
"Ada sejenis zat yang menggunakan bahan utama digunakan untuk mencegah, kalau disemprot maka zat tersebut bisa mencegah dan memadamkan api. Antara api dan O2 terpisah, kami lihat bisa diproduksi kalau kita meriset,"
Dukungan pemerintah dan prospek produksi massal
Presiden meminta BRIN dan pihak terkait untuk melanjutkan penelitian dan mempertimbangkan produksi skala besar jika teknologi terbukti efektif.
"Coba diproduski dalam skala besar,"
Meski mendapat dorongan, BRIN menyatakan perlu bukti pada skala besar untuk memastikan keamanan, efektivitas, dan kemampuan produksi massal. Singkong menjadi bahan berpotensi karena ketersediaannya yang luas di dalam negeri.
Inovasi BRIN lain untuk penanganan karhutla
Di samping pengembangan tepung singkong, BRIN telah mengembangkan beberapa teknologi mitigasi dan respons karhutla:
- Pemantauan dan prediksi risiko menggunakan satelit dan penginderaan jauh.
- Modifikasi cuaca untuk pembasahan lahan dan pencegahan.
- Pengembangan material dan sistem aplikasi untuk pemadaman.
BRIN juga mengintegrasikan data hotspot, cuaca, citra satelit, dan laporan lapangan untuk mempercepat respons. Namun, langkah berikutnya tetap menuntut uji lapang skala besar dan ketersediaan bahan baku agar inovasi ini dapat diimplementasikan secara luas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...