Nasional

Lion Group Batalkan 288 Penerbangan Akibat Erupsi Anak Krakatau

Bagikan:
Penerbangan dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau

Lion Group membatalkan 288 penerbangan pada Minggu, 6 September 2026, menyusul erupsi dan sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pembatalan terutama berdampak pada rute dari dan menuju Jakarta melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Halim Perdanakusuma sebagai langkah keselamatan.

Pembatalan dan alasan keselamatan

Manajemen menyatakan pembatalan dilakukan setelah menerima pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan dan pemantauan kondisi wilayah udara. Keputusan itu diambil untuk mengutamakan keselamatan penumpang dan kru.

"Kami membatalkan 288 pergerakan pesawat. Dibatalkan menyusul pemberitahuan resmi dari otoritas penerbangan terkait dampak erupsi Gunung Anak Krakatau," ujar manajemen Lion Group dalam pesan tertulisnya, Minggu 6 September 2026.

Maskapai menjelaskan abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan berpotensi memengaruhi kinerja mesin serta komponen pesawat. Kondisi sebaran abu berubah-ubah mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga rute yang semula aman dapat menjadi berisiko.

"Erupsi gunung api dapat menghasilkan abu vulkanik yang terbawa angin dan menyebar ke wilayah udara yang dilalui pesawat. Abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang serta berpotensi memengaruhi kinerja mesin dan komponen pesawat," kata manajemen.

Rincian penerbangan yang dibatalkan

Berikut rincian pembatalan menurut jenis maskapai dan rute yang terdampak.

Maskapai Dari Menuju Jumlah Pembatalan
Lion Air Jakarta–Soekarno-Hatta - 19
Lion Air - Jakarta–Soekarno-Hatta 22
Batik Air Jakarta–Soekarno-Hatta - 72
Batik Air - Jakarta–Soekarno-Hatta 76
Batik Air Malaysia Kuala Lumpur / Subang Jakarta–Soekarno-Hatta 4
Batik Air Malaysia Jakarta–Soekarno-Hatta Kuala Lumpur / Subang 4
Super Air Jet Jakarta–Soekarno-Hatta - 34
Super Air Jet - Jakarta–Soekarno-Hatta 38
Batik Air Halim Perdanakusuma - 9
Batik Air - Halim Perdanakusuma 10

Dampak bagi penumpang dan langkah maskapai

Lion Group mengakui pembatalan akan mengganggu rencana perjalanan penumpang. Maskapai memberikan opsi pengembalian dana dan perubahan jadwal sesuai ketentuan yang berlaku.

"Bagi pelanggan yang terdampak, Lion Group telah menyampaikan informasi dan memberikan pilihan perubahan jadwal penerbangan atau pengembalian dana tiket sesuai ketentuan yang berlaku," kata pernyataan manajemen.

Pembatalan dikategorikan sebagai kondisi force majeure karena terjadi di luar kendali maskapai dan berkaitan langsung dengan aspek keselamatan.

Koordinasi dan pemantauan

Lion Group menyatakan terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan, pengelola bandar udara, dan pihak terkait. Maskapai juga memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan kondisi wilayah udara yang berpotensi terdampak.

Perjalanan pelanggan akan dikomunikasikan lebih lanjut jika ada perubahan jadwal atau pembatalan tambahan seiring perkembangan kondisi vulkanik dan informasi dari otoritas terkait.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait