Nasional

Tangani Karhutla 80 Hektare, Polda Sumsel Gunakan Metode Spiral

Bagikan:
Petugas memadamkan kebakaran gambut dengan jet pump dan scanning di Desa Teluk Limau

Polda Sumsel menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) gambut seluas sekitar 80 hektare di Desa Teluk Limau, Minggu, 6 September 2026. Tim gabungan dipimpin Dansatbrimob Kombes Pol. James Parlindungan Hutagaol menerapkan metode spiral dan scanning untuk memburu bara yang masih tersimpan di bawah permukaan gambut.

Strategi pemadaman: spiral, perendaman, lalu scanning

Tim melakukan penyiraman secara spiral dari bagian luar menuju titik kebakaran di dalam area. Taktik ini bertujuan membatasi pergerakan bara yang merambat di lapisan gambut dalam.

Personel menggunakan jet pump dengan campuran air dan Formula Crossfire Polri. Setelah penyiraman, cairan dibiarkan meresap selama dua hingga tiga jam sebelum dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

"Penyiraman dilakukan secara spiral dari luar menuju ke dalam. Tujuannya membatasi pergerakan bara di bawah tanah,"

Proses lapangan dan alat yang digunakan

Setelah perendaman, petugas melakukan scanning untuk menemukan sisa bara yang dapat memicu kebakaran ulang. Petugas mencari tanda asap putih atau bara yang masih terlihat.

Bara yang terdeteksi diurai menggunakan garpu, lalu disiram kembali memakai jet shooter backpack. Langkah ini dilakukan bertahap agar penyelesaian lebih terukur.

Pembagian zona untuk memudahkan pemantauan

Penanganan dibuat sistematis dengan membagi kawasan terdampak menjadi tiga klaster—kuning, oranye, dan merah—berdasarkan intensitas kebakaran.

  • Zona kuning: terdapat asap saja.
  • Zona oranye: terdapat asap dan bara.
  • Zona merah: terdapat asap, bara, dan api yang muncul di permukaan.

Setiap klaster dibagi lagi menjadi empat sektor dengan personel penanggung jawab. Pembagian ini memudahkan pemantauan dan evaluasi perkembangan pemadaman setiap saat.

Operasi malam untuk menyingkap bara tersembunyi

Pemadaman tetap dilanjutkan pada malam hari. Kondisi gelap membantu petugas melihat titik bara di sela permukaan gambut dengan lebih jelas.

"Perhatian bukan hanya api di permukaan, tetapi juga bara yang tersimpan di lapisan gambut. Karena itu penanganan dilakukan secara berlapis,"

Koordinasi dan upaya lanjutan

Polda Sumsel bersama unsur terkait terus mengoptimalkan personel dan sarana pada lokasi kejadian. Pemadaman dilakukan secara bertahap hingga semua area dinyatakan aman dari api dan potensi bara.

Tahapan yang diterapkan meliputi penyiraman, perendaman, dan scanning menyeluruh terhadap setiap titik bara yang masih tersisa untuk mencegah kebakaran kembali menyala atau menjalar ke kawasan lain.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait