Nasional

Delapan Bandara Ditutup Sampai 24.00 WIB Akibat Abu Anak Krakatau

Bagikan:
Ilustrasi bandara ditutup akibat abu vulkanik Anak Krakatau

Pemerintah menutup sementara delapan bandara hingga pukul 24.00 WIBAnak Krakatau ke wilayah penerbangan. Keputusan diambil setelah koordinasi otoritas penerbangan dan informasi cuaca dari BMKG mengenai perubahan arah angin pada ketinggian 15.000 kaki.

Alasan penutupan dan perkembangan kondisi

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan abu bergerak ke arah timur dengan kecepatan sekitar lima knot pada ketinggian 15.000 kaki. Perubahan arah angin tersebut dianggap berisiko memperluas sebaran abu ke wilayah bandara lain.

"Setelah koordinasi, kami memutuskan delapan bandara ditutup sampai pukul 24.00 WIB. Kondisinya akan kembali kami lihat tengah malam nanti,"

Penutupan bersifat sementara dan akan dievaluasi kembali berdasarkan perkembangan cuaca dan hasil pemantauan malam hari.

Monitoring dan langkah teknis di lapangan

Selama penutupan, tim di bandara melakukan pemantauan intensif untuk melihat pergerakan abu. Salah satu metode yang digunakan adalah paper test untuk memeriksa jatuhnya partikel abu ke landasan dan area operasional bandara.

"Setiap setengah jam kami melakukan paper test di seluruh bandara. Terutama bandara yang berada pada arah timur,"

Hasil pemeriksaan tersebut akan menentukan apakah operasi penerbangan dapat dilanjutkan atau masih harus ditunda.

Bandara alternatif dan dukungan transportasi

Kemenhub membuka beberapa bandara alternatif selama 24 jam untuk menampung pengalihan penerbangan. Bandara yang disiapkan antara lain:

  • Kertajati
  • Semarang
  • Juanda
  • YIA Yogyakarta
  • Solo

Pemerintah juga menyiapkan moda transportasi darat, termasuk kereta api, untuk membantu penumpang mencapai bandara alternatif. Namun pemanfaatan fasilitas tersebut tetap bergantung pada keputusan masing-masing maskapai dan pilihan penumpang.

Dampak terhadap penumpang dan penerbangan

Kemenhub menyebut sekitar 150.000 penumpang dan 467 penerbangan telah terdampak oleh gangguan akibat abu vulkanik. Angka ini berpotensi berubah karena pembatalan tambahan pada jadwal malam hari.

Di Terminal 1B, Terminal 2, dan Terminal 3 terlihat penurunan signifikan jumlah penumpang. Maskapai terus mengimbau masyarakat untuk tidak datang ke bandara jika penerbangan belum dapat dilakukan.

Sementara itu transportasi laut masih beroperasi normal tanpa penambahan kapal; penggunaan jalur penyeberangan tercatat sekitar 61 persen dari rencana harian.

Langkah selanjutnya

Dudy menyatakan keputusan perpanjangan penutupan setelah pukul 24.00 WIB akan bergantung pada data cuaca dan pergerakan abu. Pemerintah berjanji terus memantau situasi dan akan menginformasikan perkembangan kepada publik.

Penumpang disarankan memeriksa status penerbangan dan opsi pengalihan melalui maskapai sebelum berangkat ke bandara.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait