Teknologi BYD DM Bisa Irit 65 Km/L, Begini Rahasianya
JAKARTA, 28 Mei 2026 — BYD memperkenalkan teknologi DM (Dual Mode) yang mengombinasikan tenaga listrik dan mesin pembakaran untuk mencapai efisiensi bahan bakar hingga 65 km/l. Teknologi ini dipasang pada kendaraan New Energy BYD dengan mesin 1.5L, diklaim mampu memangkas konsumsi bahan bakar melalui pengelolaan mesin yang berorientasi pada operasi elektrik.
Bagaimana DM bekerja
Teknologi DM menggabungkan mode EV dan hybrid, namun mengusung filosofi electric-first. Mesin pembakaran berfungsi lebih sebagai pengisi daya baterai ketimbang sumber penggerak utama. Sistem kontrol elektronik memutuskan kapan mesin bekerja sehingga energi tidak terbuang sia-sia.
"Dalam bekerja mesin berfungsi lebih pada memberikan pasokan daya pada baterai, meskipun akan bekerja membantu motor listrik dalam memberikan performa lebih saat diperlukan,"
Spesifikasi mesin dan sistem kendali
BYD menyematkan mesin 1.5L pada rangkaian DM dengan tenaga 72 kW (96 HP) dan torsi 125 Nm. Mesin ini dirancang menggunakan Atkinson cycle untuk efisiensi termal lebih baik. Selain itu, sistem kendali VCU dengan dual MCU memberikan sinkronisasi cepat antara mesin, motor listrik, dan baterai.
Fitur teknis yang mendukung efisiensi
Untuk mencapai klaim 65 km/l, BYD menerapkan sejumlah perubahan teknis yang menekan kehilangan energi dan suhu kerja mesin. Poin-poin utama meliputi:
- Rasio kompresi tinggi hingga 16:1 namun tetap kompatibel dengan bahan bakar RON 92.
- Sistem knock suppression untuk mencegah detonasi akibat kompresi tinggi.
- Penerapan cooling EGR dan split cooling untuk mengelola panas dan menjaga efisiensi pembakaran.
- Waterpump dan kompresor AC elektrik guna mengurangi beban mekanikal mesin dan konsumsi energi.
Filosofi "Electric-First" dan varian
BYD menempatkan operasi elektrik sebagai prioritas, sehingga kendaraan lebih sering berjalan dalam mode EV. Mesin akan menyala hanya saat diperlukan untuk mengisi baterai atau memberikan dorongan tambahan. Strategi ini menyediakan pengalaman berkendara seperti EV, namun tetap mempertahankan jangkauan dan fleksibilitas hybrid.
Impak bagi konsumen
Dengan pengelolaan mesin yang lebih efisien dan fitur pendukung yang mengurangi beban mekanis, pengguna BYD DM berpotensi menikmati biaya operasional lebih rendah. Model DM menawarkan keseimbangan antara kenyamanan berkendara elektrik dan kepraktisan pengisian bahan bakar pada infrastruktur yang belum sepenuhnya mendukung EV murni.
Ke depan, efektivitas klaim konsumsi akan bergantung pada kondisi penggunaan nyata dan siklus berkendara pengguna. Namun, kombinasi teknologi yang ditawarkan BYD menandakan tren pengembangan kendaraan New Energy yang mengutamakan efisiensi energi.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ADV Riders Bandung Rayakan HUT ke-7 dengan Tema 7 Wonders
ADV Riders Bandung merayakan HUT ke-7 bertajuk 7 Wonders di Paku Haji 50, diwarnai riding, hiburan band loka...
Hyundai Ioniq V Resmi Meluncur di China, Harga Mulai Rp267 Juta
Hyundai resmi meluncurkan Ioniq V di China (29 Sept 2026). Sedan listrik ini ditawarkan dalam beberapa varia...
Hitung TCO dan Biaya After Sales Sebelum Beli Mobil Baru
Selain harga OTR, hitung Total Cost of Ownership dan biaya after sales agar keputusan beli mobil baru aman s...
Perawatan Klakson Motor: Penyebab & Cara Memeriksa
Periksa klakson motor secara berkala: cek aki, saklar, dan sambungan kabel agar suara tetap kuat saat dibutu...
OMODA O4: SUV Bergaya Cyber Mecha untuk Anak Muda
OMODA O4 hadir dengan bahasa desain Cyber Mecha, memberi cara baru bagi anak muda mengekspresikan gaya lewat...
Debut Sepang: Dua Pembalap Muda Indonesia Unjuk Gigi
Dua pembalap Bali Queen Racing debu t internasional di Sepang (20–21 Sep 2026); Fiandra catat best time 57,5...