Shin Tae-yong: Latih Persija Punya Tekanan Tinggi
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengakui posisi pelatih di klub Ibu Kota membawa tekanan tinggi. Pernyataan disampaikan Sabtu, 20 Juni 2026. Ia menilai tekanan itu wajar dalam sepak bola profesional dan menekankan pentingnya persiapan matang untuk mereduksi beban jelang laga.
Persiapan untuk mengurangi beban
Shin menyatakan kunci utama mengelola tekanan adalah mempersiapkan segala sesuatu jauh-jauh hari. Menurutnya, persiapan yang sistematis bisa meminimalkan masalah saat pertandingan.
“Posisi ini bukanlah tempat tanpa tekanan, melainkan tempat yang menerima tekanan kuat. Dengan memikirkan hal itu dan melakukan persiapan jauh-jauh hari, kami bisa menghindari banyak tekanan,” ujarnya.
Ia menerapkan pola latihan dan analisis yang intensif hingga dua hari sebelum laga. Lalu, mulai satu hari sebelum pertandingan ia sengaja menurunkan intensitas mental agar tetap tenang saat bertanding.
“Jika ada pertandingan, saya melakukan persiapan luar biasa sampai dua hari sebelum pertandingan. Mulai satu hari sebelum pertandingan saya mencoba melupakan beban itu dan bersiap agar bisa menghadapi pertandingan dengan nyaman,” tambah Shin.
Mental menghadapi kritik suporter
Selain persiapan teknis, Shin menekankan kebutuhan ketahanan mental saat bekerja di lingkungan yang intens. Ia menyadari hubungan pelatih dan suporter tidak selalu harmonis.
“Pertama-tama kita tidak bisa selalu mendengar hal yang baik saja, fans mungkin memuji saya. Tapi kalau kami kalah mereka bisa saja memaki, tapi saya punya mental untuk menerima hal itu dengan tenang,” kata Shin.
Ia menganggap kritik sebagai bagian dari pekerjaan. Sikap tenang membantu menjaga fokus tim dan menghindarkan keputusan emosional yang merugikan.
Evaluasi diri sebagai respons
Shin mengubah respons terhadap kecaman menjadi peluang belajar. Daripada stres, ia memilih mengevaluasi diri dan sistem kerja tim.
“Jika saya berpikir 'Ah, para fans bicara begitu karena ada masalah pada diri saya', daripada merasa stres, saya mengubah pikiran saya menjadi ajang evaluasi diri, ternyata itu lebih baik,” ujarnya.
Dengan cara ini, Shin berharap proses evaluasi berkelanjutan bisa meningkatkan performa tim. Ia menutup penjelasannya dengan menegaskan bahwa persiapan dan evaluasi adalah fondasi agar Persija tampil konsisten.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Wembanyama Ditunjuk Kapten Timnas Basket Prancis
Victor Wembanyama ditunjuk kapten timnas basket Prancis untuk kualifikasi Piala Dunia FIBA 2027; pengumuman...
Timnas Voli Putri Kejar Target Enam Besar AVC 2026 di China
Timnas voli putri Indonesia membidik enam besar AVC Continental for Women 2026 di China dan siap bersaing me...
Persebaya Tingkatkan Intensitas Latihan di Thailand Jelang Super League
Persebaya menggelar pemusatan latihan intensif di Thailand (18-27 Agustus 2026) untuk mematangkan fisik, tak...
Batas Olahraga Melebur: 5 Hybrid Sport yang Unik
Lima hybrid sport menggabungkan elemen catur, tinju, sepak bola, trampolin, dan sepeda untuk menciptakan per...
Sabar/Reza Lolos 32 Besar Kejuaraan Dunia BWF 2026
Sabar Karyaman dan Moh Reza membuka BWF World Championships 2026 dengan kemenangan 22-20, 14-21, 21-15 atas...
Barcelona Menang 2-1 atas Al Ahly di Trofi Gamper 2026
Barcelona menang 2-1 atas Al Ahly di Trofi Gamper 2026 di Spotify Camp Nou; Abdelkarim dan Raphinha jadi pen...