Renard Ditunjuk, Tunisia Berburu Kebangkitan Lawan Jepang
Timnas Tunisia menunjuk Herve Renard sebagai pelatih kepala baru pada gelaran Piala Dunia 2026 setelah kalah telak 5-1 dari Swedia pada laga pembuka Grup F, Sabtu, 20 Juni 2026. Keputusan itu sekaligus mengakhiri kerja sama dengan Sabri Lamouchi setelah satu pertandingan, dengan tujuan segera membangkitkan kepercayaan diri skuad menjelang duel melawan Jepang.
Penunjukan mendadak saat turnamen berjalan
Asosiasi sepak bola Tunisia mengambil langkah drastis setelah kekalahan berat melawan Swedia. Keputusan pemecatan datang hanya beberapa hari setelah tim juga kalah 0-5 dalam laga uji coba kontra Belgia, memperpanjang tren negatif sebelum pertandingan resmi Piala Dunia.
Renard, pelatih asal Prancis berusia 57 tahun, tiba di Monterrey pada 16 Juni dan langsung mengambil alih tanggung jawab. Ia dikenal sebagai pelatih yang mampu membangkitkan mental tim dalam situasi sulit, sehingga federasi berharap perubahan ini memberi efek cepat.
Pidato motivasi dan reaksi pemain
Sesaat setelah kedatangan, Renard memberi motivasi kepada pemain di ruang ganti. Sebuah video pidato singkat yang beredar di media sosial memperlihatkan intensitas dan pesan tegas dari pelatih baru itu.
"Kami harus berjuang keras dan mengerahkan segala kemampuan untuk memenangkan pertandingan dan mengembalikan kepercayaan diri. Membangkitkan semangat seluruh negeri yang masih terpukul oleh hasil mengecewakan di laga pembuka,"
"Jika kita harus pulang hari ini, kalian tahu apa yang akan terjadi. Masyarakat marah, dan itu sangat bisa dimaklumi. Namun, kita berada di Piala Dunia. Kita harus memberikan respons, dan itu harus cepat."
Kapten Ellyes Skhiri menyambut baik kedatangan Renard. Gelandang Eintracht Frankfurt itu menilai pelatih baru membawa energi dan pendekatan berbeda yang dibutuhkan tim.
"Ia membawa energi dan pola pikir yang berbeda. Kami mengikuti arahannya, karena ini demi kebaikan tim,"
Taruhan besar menjelang laga kontra Jepang
Laga melawan Jepang menjadi ujian pertama nyata bagi Renard di turnamen ini. Kemenangan tidak hanya penting untuk peluang lolos, tetapi juga akan menilai efektifitas pergantian pelatih yang dilakukan federasi di tengah kompetisi.
Federasi berharap perubahan cepat ini memperbaiki performa defensif dan mental tim setelah dua kekalahan besar beruntun. Tim pelatih baru akan mengerahkan fokus pada perbaikan taktik dan semangat bermain dalam waktu singkat.
Renard kini dihadapkan pada tugas berat: memulihkan moral, memperbaiki performa, dan mengamankan hasil positif agar Tunisia tetap punya peluang di Grup F.
Berita Terkait
Prabowo Setujui Pelatnas Multiyears untuk Perkuat Pembinaan Atlet
Presiden Prabowo menyetujui skema anggaran pelatnas multiyears untuk memperkuat pembinaan atlet jangka panja...
Prabowo Dukung Pembinaan Atlet Usia Dini melalui Akademi Olahraga
Presiden Prabowo mendukung pembinaan atlet usia dini lewat Akademi Olahraga Nasional yang mencakup SD-SMP-SM...
Piala Dunia 2026: Belanda vs Swedia Jadi Penentu Grup F
Belanda vs Swedia di Piala Dunia 2026, Sabtu 20 Juni di Houston. Laga penentu Grup F; Belanda butuh kemenang...
Tradisi Suporter Piala Dunia: Mexican Wave hingga Viking Clap
Suporter Piala Dunia menampilkan tradisi khas seperti Mexican Wave, Viking Clap, Oranje Fanwalk, dan kebiasa...
Neymar Diperkirakan Siap Bela Brasil Lawan Skotlandia
Neymar diperkirakan pulih dari cedera betis dan siap tampil saat Brasil melawan Skotlandia pada 24 Juni 2026...
Pemerintah Beri Sertifikat Pelatih untuk Mantan Atlet Disabilitas
Pemerintah akan memberi sertifikat kepelatihan bagi mantan atlet disabilitas sebagai upaya pemberdayaan dan...