Butter Baby Resmi di Terminal 3 Soekarno-Hatta, Dukung Ekosistem IP
Kementerian Ekonomi Kreatif meresmikan Instalasi dan Creative Store Butter Baby di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Jumat, 19 Juni 2026. Langkah ini dimaksudkan untuk memperkuat ekosistem kekayaan intelektual (IP) lokal agar mampu menjadi juara global dan aset ekonomi bernilai tinggi.
Peresmian dan instalasi ikonik
Pada peresmian tersebut, Butter Baby menghadirkan instalasi ikonik berbahan chrome setinggi 8 meter dan berat 7,5 ton. Instalasi ini menjadi simbol bahwa IP di sektor kuliner bisa berkembang menjadi aset dengan nilai ekonomi dan budaya.
Pesan Kementerian tentang IP lokal
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan peran IP sebagai pendorong pertumbuhan sektor kreatif. Menurutnya, Butter Baby bukan sekadar merek kuliner, melainkan proyek yang menggabungkan produk dan narasi untuk menciptakan ekosistem yang lebih luas.
“Butter Baby bukan sekadar toko donat. Mereka menghadirkan pengalaman inovatif yang menciptakan ekosistem ekonomi kreatif dalam cakupan kuliner, storytelling, desain, dan branding. Menjadi tugas Kementerian Ekonomi Kreatif untuk mendukung IP lokal, agar tumbuh tidak hanya sebagai kebanggaan nasional tetapi juga menjadi global champion.”
Strategi penempatan di bandara
Penempatan instalasi dan toko di Terminal 3 dinilai strategis karena merupakan gerbang internasional yang setiap hari dilalui jutaan penumpang domestik dan mancanegara. Lokasi ini dipandang tepat untuk memperkenalkan IP Indonesia pada audiens global sejak tahap awal.
Butter Baby: dari karakter lokal ke pasar internasional
Butter Baby adalah karakter IP asli Indonesia yang menggabungkan kuliner, musik, storytelling, desain, dan branding. Setelah pembukaan tiga gerai di pusat perbelanjaan besar, mereka mulai menapaki ekspansi ke pasar internasional.
“IP Butter Baby hadir karena kreativitas dan dukungan masyarakat Indonesia. Karakter Butter Baby merupakan alien mentega dari Butterlandia yang mendarat di Jakarta, untuk menemukan sumber mentega baru demi menyelamatkan planetnya. Perjalanan kreatif dimulai dari Indonesia dan akan kami bawa ke dunia.”
— Henry Burch, Founder Butter Baby.
Dukungan berkelanjutan dan prospek
Kementerian Ekraf menyatakan akan terus mendorong kolaborasi yang membantu pemilik IP melahirkan karya dan produk kreatif. Dukungan ini ditempatkan sebagai strategi untuk menciptakan mesin baru pertumbuhan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan menarik investasi.
Langkah peresmian Butter Baby di Terminal 3 mencerminkan upaya terintegrasi antara pemerintah dan pelaku kreatif untuk mengangkat IP lokal menjadi produk kebanggaan nasional dan calon global champion. Ke depan, fokus akan tetap pada penguatan hak kekayaan intelektual, fasilitas promosi, dan dukungan akses pasar agar karya kreatif Indonesia semakin mudah dikenal dunia.
Berita Terkait
IHSG Ditutup Menguat Tipis 0,08% di Level 6.177
IHSG ditutup menguat tipis 0,08% ke 6.177,13 pada 19 Juni 2026 setelah bergerak sideways; transaksi Rp26,43...
OJK Setujui Perluasan Nasional Dua Perusahaan Pergadaian
OJK menyetujui perluasan wilayah usaha dua perusahaan pergadaian menjadi nasional untuk meningkatkan kapasit...
Harga Emas Galeri24 Turun, UBS Stabil pada 20 Juni 2026
Emas Galeri24 turun ke Rp2.655.000/gram, UBS stabil di Rp2.668.000/gram pada 20 Juni 2026; rincian harga per...
Menteri PKP Pastikan Bunga KPR Subsidi Tetap 5 Persen
Menteri PKP pastikan bunga KPR subsidi FLPP tetap 5% flat hingga akhir angsuran; tenor sampai 40 tahun, real...
Harga Emas Antam Turun ke Rp2,668 Juta per Gram
Harga emas Antam turun Rp5.000 menjadi Rp2.668.000 per gram pada 20 Juni 2026; daftar lengkap harga sesuai b...
MIRAVIS Duo Dorong Jember Jadi Lumbung Pangan
Syngenta luncurkan MIRAVIS Duo di Jember (17 Juni 2026) untuk tingkatkan produktivitas padi dan perkuat posi...