Pemerintah Beri Sertifikat Pelatih untuk Mantan Atlet Disabilitas
Presiden Prabowo Subianto mendorong perhatian lebih besar terhadap olahragawan disabilitas, termasuk program sertifikasi kepelatihan bagi mantan atlet. Pernyataan ini disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir usai bertemu Presiden di Hambalang, Bogor, Jumat, 20 Juni 2026.
Presiden ingin tinjau NPC dan bertemu atlet disabilitas
Menpora Erick mengatakan Presiden menegaskan setiap warga negara harus mendapat kesempatan yang sama, termasuk penyandang disabilitas di bidang olahraga. Presiden berencana meninjau National Paralympic Committee (NPC) di Karanganyar, Jawa Tengah, yang sampai kini belum diresmikan, dan ingin bertemu langsung dengan atlet disabilitas di sana.
"Bapak Presiden ingin mendorong para olahragawan disabilitas ini benar-benar diperhatikan. Salah satu program yang memang kita terus dorong," kata Menpora Erick usai menghadap Presiden.
Program sertifikasi kepelatihan untuk pemberdayaan
Menurut Erick, salah satu bentuk perhatian negara adalah pemberdayaan melalui kepelatihan agar mantan atlet disabilitas tetap produktif setelah pensiun. Program itu mencakup pelatihan dan sertifikasi resmi sehingga alumni atlet dapat berkarier sebagai pelatih.
"Salah satunya kita punya, yang saya sampaikan Bapak Presiden, program bagaimana sertifikasi kepelatihan untuk mereka. Jadi, setelah jadi pelatih, mereka bisa melatih," ujar Erick.
Langkah ini diharapkan membuka jalur kerja dan peran baru bagi atlet disabilitas dalam ekosistem olahraga nasional.
Data dan partisipasi olahraga
Menpora juga menyampaikan angka terkait penyandang disabilitas di Indonesia. Ia menyebut terdapat 23,9 juta jiwa penyandang disabilitas. Erick lalu menyebut angka lain terkait minat berolahraga: 25,9 juta jiwa atau sekitar 11 persen disebut gemar berolahraga.
Angka-angka itu disampaikan sebagai gambaran skala potensi dan kebutuhan program inklusi di bidang olahraga.
Implikasi dan langkah ke depan
Pemerintah menunjukkan arah kebijakan yang berfokus pada inklusi dan pemanfaatan kapasitas mantan atlet disabilitas. Rencana peninjauan NPC Karanganyar dan program sertifikasi kepelatihan menjadi indikator bahwa pemerintah ingin membangun jalur karier berkelanjutan di luar kompetisi.
Langkah teknis selanjutnya adalah perumusan skema sertifikasi, penyusunan kurikulum pelatihan, dan koordinasi dengan organisasi olahraga terkait agar program dapat diimplementasikan secara efektif.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Barcelona Siapkan Kontrak Jangka Panjang untuk Raphinha, Espart, Bernal
Barcelona memulai perpanjangan kontrak jangka panjang untuk Raphinha, Xavi Espart, dan Marc Bernal sebagai b...
Cosmo JNE Jakarta Bungkam Nanzaby FC Kepri 3-2 di PFL 2026
Cosmo JNE Jakarta menang 3-2 atas Nanzaby FC Kepri di GOR POPKI Cibubur, Sabtu 3 Oktober 2026, setelah gol c...
Djokovic Taklukkan Zverev, Catat 32 Kemenangan Beruntun di Beijing
Novak Djokovic menundukkan Alexander Zverev 4-6, 6-4, 6-4 di Beijing, mencatat rekor 32 kemenangan beruntun...
Asian Games 2026 Ditutup, Dubes RI Apresiasi Kontingen Indonesia
Dubes RI Nurmala Kartini mengapresiasi perjuangan kontingen Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang...
Meydiana Laviola Bawa Merah Putih dengan Kebaya Prada Bali
Meydiana Laviola tampil sebagai pembawa bendera dengan kebaya Prada Bali karya Ghea Panggabean pada penutupa...
Meydiana Reinnamah Jadi Flag Bearer dengan Prada Bali
Meydiana Reinnamah jadi pembawa bendera Indonesia di Closing Asian Games 2026, mengenakan kebaya Prada Bali...