Pemkab Simalungun Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan
SIMALUNGUN — Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) menggelar advokasi dan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO) pada Selasa (14/7) di Balei Harungguan Kantor Bupati, Pamatangraya. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kerja sama antarpemangku kepentingan dan menjangkau hingga tingkat nagori agar pencegahan berjalan menyeluruh.
Agenda dan tujuan kegiatan
Kegiatan dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mewakili bupati. Hadir pula para pengambil kebijakan dan pemangku kepentingan di lingkungan kabupaten.
Kepala DPPPA Kabupaten Simalungun, Sri Wahyuni, mengatakan sosialisasi dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, membentuk sikap yang tepat, dan membangun perilaku yang mendukung perlindungan perempuan. Peserta juga dibekali langkah awal mengenali tanda-tanda korban maupun pelaku kekerasan.
Bentuk kekerasan yang dibahas
Sri Wahyuni memberi penekanan bahwa pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama. Ia menjelaskan berbagai bentuk kekerasan yang perlu diwaspadai, antara lain:
- kekerasan fisik
- kekerasan psikologis
- kekerasan seksual
- perampasan hak ekonomi
- penelantaran
Kekerasan terhadap perempuan dapat muncul dalam berbagai wujud, mulai dari kekerasan fisik, psikologis, seksual, perampasan hak ekonomi, hingga penelantaran. Oleh karena itu, kepedulian dan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat sangat dibutuhkan agar berbagai bentuk kekerasan tersebut dapat dicegah sejak dini
Data, peringatan, dan pendampingan
Dari sisi penegakan hukum, Aiptu Khairul Nizar dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak Polres Simalungun menyampaikan hingga saat ini belum ada laporan resmi terkait kasus TPPO di wilayah kabupaten. Meski demikian, ia mengimbau masyarakat tetap waspada dan segera melapor jika menemukan indikasi perdagangan orang.
Ruth Maya Tamba dari Biro Psikologi Epic Consulting menyajikan catatan bahwa laporan nasional menunjukkan kenaikan kasus kekerasan terhadap perempuan. Ia menyoroti dampak psikologis yang kerap menghambat korban mengakses layanan bantuan.
Pendampingan psikologis merupakan bagian penting dan tak terpisahkan dalam penanganan serta pemulihan korban kekerasan
Komitmen pemerintah dan himbauan pelaporan
Sekretaris Daerah Mixnon Andreas Simamora menegaskan komitmen Pemkab Simalungun untuk menargetkan nol kasus kekerasan terhadap perempuan hingga tingkat nagori. Ia juga mengimbau korban untuk tidak takut atau malu melapor agar mendapat perlindungan dan penanganan yang layak.
Langkah ini penting agar para korban segera mendapatkan perlindungan serta penanganan yang layak dan sesuai kebutuhan
Rencana tindak lanjut
Pemkab menyatakan akan memperluas sosialisasi, meningkatkan edukasi publik, dan mempererat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan. Semua upaya diarahkan menciptakan lingkungan aman dan bebas ancaman kekerasan bagi perempuan di Kabupaten Simalungun.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...
Medan Perkuat Edukasi dan Deteksi Dini Kanker Payudara
Ketua TP PKK Medan dukung integrasi edukasi dan deteksi dini kanker payudara melalui Posyandu dan kolaborasi...