Politik

Pemuda Sumenep Didorong Perkuat Empat Pilar Kebangsaan

Bagikan:
Peserta sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sumenep bersama pemateri

SUMENEP — Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan digelar di Ruang Pertemuan Arya Wiraraja, Hotel de Baghraf, Sumenep, pada Senin, 28 September 2026. Kegiatan yang diinisiasi oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, MH Said Abdullah, menekankan perlunya memperkuat pemahaman Pancasila dan nilai kebangsaan di kalangan pemuda dan mahasiswa. Acara tersebut menghadirkan tenaga ahli, aktivis, dan akademisi untuk membahas tantangan era digital terhadap persatuan nasional.

Agenda dan peserta

Acara dihadiri dua tenaga ahli MH Said Abdullah, yaitu Moh. Fauzi dan Slamet Hidayat. Dua pemateri utama diundang untuk menyampaikan materi kepada peserta pemuda dan mahasiswa. Mereka adalah aktivis Ainul Yaqin dan akademisi Mulyadi. Diskusi berfokus pada peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutan nilai kebangsaan.

Inti materi: tantangan dan peran pemuda

Ainul Yaqin menegaskan bahwa generasi muda tidak sekadar menerima estafet pembangunan, tetapi juga wajib menyiapkan masa depan bangsa. Ia meminta pemuda mengambil peran aktif dalam mempertahankan persatuan. Menurut Ainul, Empat Pilar Kebangsaan — Pancasila, UUD 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dan Bhinneka Tunggal Ika — harus dipahami sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

"Kita adalah masa depan bangsa. Masa depan bangsa itu harus dipersiapkan semaksimal mungkin,"

Ainul mengingatkan peserta akan sejumlah tantangan baru yang muncul bersamaan dengan kemajuan teknologi. Ia menyebut misinformasi, intoleransi, fanatisme kedaerahan, dan persoalan pemahaman keagamaan sebagai isu yang harus disikapi secara serius oleh generasi muda. Pancasila, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai dasar negara, tetapi juga sebagai pandangan hidup dan perekat sosial.

  • Pancasila
  • Undang-Undang Dasar 1945
  • Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)
  • Bhinneka Tunggal Ika

Pesan dari akademisi

Mulyadi mengajak peserta untuk tidak memandang urusan bernegara sebagai tanggung jawab semata pejabat atau aparatur negara. Ia menekankan bahwa keberadaan negara bergantung pada kontribusi seluruh warga dari berbagai latar belakang dan profesi.

"Negara ini tidak hanya miliknya pejabat... Negara ini milik kita bersama,"

Implikasi dan langkah ke depan

Kegiatan ini menegaskan bahwa penguatan nilai kebangsaan perlu terus dilakukan, terutama melalui pendidikan dan sosialisasi yang menargetkan generasi muda. Menjaga kohesi sosial di era digital menuntut literasi informasi, toleransi, dan pemahaman komprehensif terhadap Empat Pilar Kebangsaan. Upaya lanjutan diharapkan melibatkan berbagai pihak untuk memastikan nilai-nilai dasar bangsa tetap hidup di tengah perubahan sosial dan teknologi.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait