Novita Hardini Salurkan Bantuan Air Bersih di Trenggalek
Trenggalek — Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Novita Hardini memimpin penyaluran bantuan air bersih ke Desa Ngulan Etan, Kecamatan Pogalan, Kabupaten Trenggalek, Jumat pekan lalu. Aksi ini dilakukan untuk merespons krisis air saat musim kemarau dan memastikan warga tidak menanggung beban kekeringan sendirian melalui distribusi tangki air dan pemetaan kebutuhan.
Bantuan langsung ke titik terdampak
Distribusi menggunakan armada tangki menyasar beberapa titik permukiman yang paling terdampak. Puluhan warga antre membawa jeriken dan penampung untuk mendapatkan pasokan air bagi kebutuhan rumah tangga. Bantuan ini dimaksudkan sebagai respons cepat untuk memenuhi kebutuhan dasar selama musim kemarau.
Peran relawan dan pentingnya pemetaan
Novita memberi apresiasi atas peran Relawan Kawulo Alit PDI Perjuangan yang aktif memetakan wilayah terdampak. Menurutnya, pemetaan memastikan bantuan tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar diarahkan kepada warga yang membutuhkan.
“Air bersih adalah kebutuhan primer. Ketika warga kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari, kita tidak boleh tinggal diam. Gotong royong dan respons cepat harus dilakukan,”
Novita menekankan bahwa penanganan kekeringan bukan hanya masalah teknis distribusi air. Solusinya perlu sinergi antara pemerintah dan kekuatan masyarakat di tingkat akar rumput agar respons lebih cepat dan tepat sasaran.
Respon masyarakat dan dukungan pemerintahan lokal
Pemerintah Desa Ngulan Etan bersama warga menyampaikan apresiasi atas pasokan air yang meringankan beban rumah tangga. Warga menganggap bantuan tersebut sebagai penopang sementara sampai sumber air lokal pulih atau ada solusi jangka panjang.
Relawan yang tergabung dalam Relawan Novita Hardini Peduli menegaskan komitmen untuk terus hadir saat terjadi situasi darurat. Novita memastikan penyaluran tidak berhenti di Desa Ngulan Etan dan wilayah lain yang sudah teridentifikasi akan mendapat perhatian lanjutan.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga yang merasa menghadapi kekeringan sendirian. Ketika rakyat membutuhkan, gotong royong harus hadir dan negara harus ikut memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,”
Implikasi dan langkah ke depan
Kasus ini memperlihatkan kebutuhan penanganan krisis air yang terpadu: respons darurat, pemetaan wilayah, dan kerja sama lembaga serta relawan. Ke depan, upaya perlu dilengkapi dengan strategi jangka panjang untuk menambah pasokan dan infrastruktur air agar ketahanan air masyarakat membaik.
Penyaluran lanjutan direncanakan ke wilayah lain yang teridentifikasi mengalami krisis air bersih, sekaligus memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan di tingkat lokal.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Pemkot Perketat Pengawasan di Tunjungan Romansa dan CFD
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan di Tunjungan Romansa dan area CFD untuk mencegah penggalangan donasi...
PDI Perjuangan Bojonegoro Kibarkan Bendera Setengah Tiang dan Kirim Air Bersih
PDI Perjuangan Bojonegoro berkabung atas meninggalnya Guruh Soekarnoputra dan menyalurkan air bersih ke tuju...
Guntur Wahono Dorong Tindak Lanjut Aspirasi Pelajar Blitar
Guntur Wahono minta aspirasi pelajar Blitar ditindaklanjuti melalui pertemuan dengan pemangku kepentingan hi...
Guruh Soekarnoputera Wafat pada Usia 73 Tahun
Guruh Soekarnoputera, maestro seni dan politisi PDI Perjuangan, meninggal 26 September 2026 di Jakarta pada...
Guruh Soekarnoputera Wafat di Jakarta, Seniman dan Politikus Berpulang
Guruh Soekarnoputera meninggal 26 Sep 2026 di Jakarta. Seniman, pendiri Swara Maharddhika, dan politisi PDI...
100 Keluarga Ikut Akad Massal KPR Subsidi di Banyuwangi
Sebanyak 100 keluarga mengikuti akad massal KPR bersubsidi di Banyuwangi pada 26 Sept 2026 untuk mempercepat...