Erupsi Anak Krakatau, 209 Pergerakan Soetta Terganggu
Erupsi Gunung Anak Krakatau mengganggu operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada Minggu, 6 September 2026. Penutupan bandara hingga pukul 09.30 WIB membuat area tunggu Terminal 2 penuh dan menyebabkan ratusan pergerakan penerbangan terganggu.
Kepadatan penumpang di Terminal 2
Pantauan pada pukul 13.00 WIB menunjukkan kepadatan di ruang tunggu dan jalur pelayanan di Terminal 2, khususnya Terminal 2F. Sejumlah calon penumpang duduk bersama barang bawaan sambil menunggu informasi terbaru dari maskapai. Papan informasi keberangkatan menampilkan beberapa penerbangan berstatus dibatalkan, terlambat, atau masih sesuai jadwal.
Skala gangguan dan rute terdampak
Penutupan operasional yang diperpanjang setelah paper test menunjukkan indikasi abu vulkanik menyebabkan 209 pergerakan penerbangan terdampak pada periode 01.30–09.30 WIB. Data Ditjen Perhubungan Udara memperkirakan sebanyak 22.798 penumpang mengalami gangguan jadwal.
Dampak terbesar pada rute domestik tercatat untuk rute menuju dan dari Makassar. Untuk rute internasional, Singapura menjadi yang paling banyak terdampak. Secara rinci tercatat:
- Penerbangan internasional: 16 pembatalan, 7 penundaan, 5 penjadwalan ulang. Rute terdampak meliputi Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul, Doha, Amsterdam, dan Kuala Lumpur.
- Penerbangan domestik: 4 pembatalan dan 1 penerbangan dialihkan. Rute terdampak meliputi Lampung, Denpasar, dan Surabaya.
Respons otoritas dan maskapai
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menegaskan bahwa keselamatan menjadi dasar setiap keputusan operasional. Ia menyatakan penyesuaian jadwal dilakukan sesuai perkembangan kondisi di lapangan.
Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi.
Petugas bandara dan maskapai terus memberikan informasi kepada penumpang. Ruang tunggu disiapkan untuk mengakomodasi penumpang yang masih menunggu kepastian keberangkatan.
Impak lanjutan dan saran untuk penumpang
Perpanjangan gangguan berpotensi memengaruhi rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal lanjutan, serta kapasitas terminal. Oleh karena itu Ditjen Perhubungan Udara meminta calon penumpang untuk selalu memantau status penerbangan.
Saran praktis: konfirmasi langsung ke maskapai sebelum berangkat ke bandara dan perhatikan pemberitahuan resmi terkait perubahan jadwal.
Situasi akan terus dipantau dan penyesuaian operasional dapat berubah sesuai perkembangan vulkanik dan hasil pengujian di lapangan.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Soetta, Halim, Radin Inten Ditutup Sementara, Estimasi Buka
AirNav perpanjang penutupan Soetta, Halim, dan Radin Inten akibat abu Anak Krakatau; estimasi buka 13.30–14....
Erupsi Anak Krakatau: 17 Penerbangan ke/dari Bali Dibatalkan
Erupsi Anak Krakatau memicu pembatalan dan penyesuaian 17 penerbangan ke/dari Bali pada 6 Sept 2026; bandara...
Kemenhub: Prosedur Jika Pesawat Tak Bisa Mendarat Karena Abu Vulkanik
Kemenhub menegaskan pesawat tidak dipaksa mendarat jika abu vulkanik membahayakan; ada pemeriksaan, NOTAM, d...
BMKG: Erupsi Anak Krakatau Amplitudo Maksimum 19 mm
BMKG mencatat erupsi Anak Krakatau amplitudo 19 mm, durasi 29 detik; tidak ada kenaikan muka air laut signif...
BMKG Pantau Erupsi Anak Krakatau, Masyarakat Diminta Tetap Tenang
BMKG terus memantau erupsi Anak Krakatau; aktivitas tercatat 4 Sept 2026, status Level III, masyarakat dimin...
Soetta Ditutup hingga 13.30 WIB, SRA Diaktifkan Antisipasi Abu Krakatau
Bandara Soekarno-Hatta ditutup hingga 13.30 WIB akibat abu Anak Krakatau; SRA diaktifkan untuk menyuplai mak...