Siti/Fadia Tersingkir di 32 Besar China Open 2026
Ganda putri Indonesia Siti Fadia Silva Ramadhanti/Amallia Cahaya Pratiwi tersingkir pada babak 32 besar China Open 2026 setelah kalah dari pasangan Jepang Sayaka Hirota/Ayako Sakuramoto dengan skor 16-21, 4-21. Pertandingan berlangsung di Lapangan 3 Olympic Sports Center Gymnasium dan selesai dalam 34 menit. Ini merupakan pertemuan pertama kedua pasangan.
Hasil dan jalannya pertandingan
Hirota/Sakuramoto mengunci kemenangan dalam dua gim langsung. Pada gim pertama, Siti/Fadia sempat menempel namun akhirnya kalah 16-21. Gim kedua berjalan lebih berat bagi wakil Indonesia dan berujung 4-21.
Pertandingan singkat itu berlangsung cepat dan dominasi lawan nampak pada durasi poin yang lebih pendek. Siti/Fadia belum berhasil menemukan ritme yang konsisten sehingga mereka kesulitan mengembangkan permainan.
Komentar pemain
Setelah laga, Siti Fadia menyatakan kekecewaannya dan memberi penjelasan terkait faktor non-teknis yang memengaruhi performa.
Sangat kecewa dengan penampilan kami hari ini dan minggu lalu di Jepang. Mungkin faktornya non-teknis ya karena ekspektasi kami terlalu tinggi, tapi di lapangan tidak seperti yang diinginkan.
Menurut Siti, salah satu kendala utama adalah laju shuttlecock yang jauh lebih kencang sehingga mengganggu kontrol permainan mereka.
Gim kedua kami benar-benar kaget karena laju bolanya jauh lebih kencang, menang anginnya tidak bisa kami kontrol dan akhirnya dari start sudah tertinggal jauh. Sama sekali tadi kami tidak bisa mengeluarkan bentuk permainan kami.
Amallia Cahaya Pratiwi menyikapi kekalahan ini sebagai pelajaran. Ia menekankan pentingnya mengubah fokus mental dari hasil menjadi proses per poin.
Ini pelajaran bagi saya dan kak Fadia, ketika permainan yang kami harapkan tidak keluar, kami jadi sangat tertekan dan menjadi bumerang banget. Ke depan kami tidak boleh berfokus pada hasil tapi bagaimana berpikir satu poin demi satu poin.
Dampak dan langkah ke depan
Kekalahan ini menghentikan langkah Siti/Fadia lebih cepat dari harapan. Mereka harus mengevaluasi adaptasi terhadap kondisi lapangan dan faktor non-teknis seperti tekanan dan ekspektasi sendiri.
Ke depan, pasangan ini berencana menerapkan pendekatan yang lebih fokus pada proses kecil — satu poin demi satu poin — untuk mengurangi tekanan dan meningkatkan konsistensi permainan. Hasil ini juga menjadi bahan introspeksi menuju turnamen selanjutnya.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Sabar/Reza Melaju ke 16 Besar China Open 2026
Sabar Karyaman/Moh Reza melaju ke 16 besar China Open 2026 usai menang 21-17, 21-19 atas Aaron Chia/Aaron Ta...
RRI Anugerahi Komentator Siaran Piala Dunia 2026
RRI memberi penghargaan kepada komentator siaran Piala Dunia 2026 pada Closing Ceremony di Jakarta, 21 Juli...
RRI Tutup Siaran Pesta Bola Dunia 2026 lewat Closing Ceremony
RRI menggelar Closing Ceremony di Jakarta (21 Juli 2026) sebagai penutup siaran Pesta Bola Dunia 2026 dan ap...
Putri KW Melaju ke 16 Besar China Open 2026
Putri Kusuma Wardani melaju ke 16 besar China Open 2026 usai kalahkan Han Qian Xi 21-16, 21-16; Putri bidik...
DBL Indonesia Buka Academy Jakarta dan Luncurkan Honda DBL 2026
DBL Indonesia meluncurkan Honda DBL 2026-2027 dan membuka DBL Academy Jakarta pada 21 Juli, memperluas ekosi...
Jutaan Suporter Sambut Parade Spanyol Juara Dunia di Madrid
Sekitar 1,8 juta suporter memadati Madrid untuk merayakan parade kemenangan Spanyol usai menjuarai Piala Dun...