Olahraga

Siaran Inklusif RRI untuk Tunanetra di Piala Dunia 2026

Bagikan:
Komentator RRI siarkan Piala Dunia 2026 dengan narasi deskriptif untuk tunanetra

RRI resmi menutup program siaran Pesta Bola Dunia setelah lebih sebulan menyiarkan Piala Dunia 2026, Selasa, 21 Juli 2026 di Jakarta. Siaran ini mendapat perhatian karena menghadirkan pengalaman sepak bola yang inklusif bagi penyandang tunanetra melalui kolaborasi dengan Persatuan Tunanetra Indonesia (PERTUNI). Langkah ini bagian dari kebijakan Dewan Pengawas RRI untuk memperluas akses informasi bagi kelompok marjinal.

Kolaborasi dengan PERTUNI

Ketua Dewan Pengawas RRI, Anwar Mujahid Adhy Trisnanto, menilai keterlibatan PERTUNI sebagai pencapaian penting bagi lembaga penyiaran publik. Ia menegaskan bahwa RRI berkewajiban memastikan layanan informasi setara untuk seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

"Yang paling menakjubkan itu keterlibatan PERTUNI, teman-teman difabel. Sehingga kita benar-benar menjadi media yang memberi manfaat yang jelas kepada teman-teman difabel tadi,"

Anwar menambahkan bahwa kerja sama dengan PERTUNI telah dibangun sebelumnya dan perlu dikembangkan pada program olahraga lainnya. Ia menyatakan inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Dewan Pengawas periode 2021-2026.

"Ini merupakan bagian dari kebijakan yang dibuat oleh Dewan Pengawas untuk periode 2021-2026, yaitu memperhatikan kelompok-kelompok yang marjinal, termasuk di antaranya teman-teman difabel ini. Menjadi kewajiban kami melayani mereka, tidak hanya saat Piala Dunia, tetapi juga pada event-event lainnya,"

Deskripsi audio sebagai kunci inklusi

RRI mewujudkan komitmen inklusi melalui narasi deskriptif yang memungkinkan pendengar tunanetra membayangkan jalannya pertandingan. Komentator menyampaikan detail pergerakan, posisi pemain, dan momen krusial secara berkelanjutan sehingga pengalaman mendengarkan lebih lengkap.

Komentator Estu Santoso menceritakan bahwa pengalaman berinteraksi dengan pendengar tunanetra sejak Piala Dunia 2018 mengubah cara ia menyajikan siaran radio. Interaksi itu mendorongnya untuk memberi gambaran lebih rinci di setiap laga.

"Saat Piala Dunia 2018, saya menerima telepon dari pendengar tunanetra. Sejak itu saya sadar suara radio bisa dinikmati semua orang,"

"Di radio saya tidak hanya menganalisis, tetapi juga menggambarkan setiap kejadian di lapangan. Bagi saya, itu pengalaman terbaik karena teman-teman tunanetra bisa ikut menikmati pertandingan,"

Dampak siaran dan rencana pengembangan

Direktur Program dan Produksi RRI, Mistam, menilai program Pesta Bola Dunia mampu mendorong pengembangan layanan RRI di berbagai kanal, termasuk terestrial, digital, dan media sosial. Ia berharap siaran ini menginspirasi generasi muda untuk berprestasi di sepak bola.

"Kami berharap program ini membawa RRI ke tingkat berikutnya, baik melalui siaran terestrial, kanal digital, maupun media sosial. Program Piala Dunia ini kami harapkan menginspirasi anak bangsa agar memiliki semangat berkompetisi di tingkat internasional, terutama di sepak bola,"

Keberhasilan program ini menunjukkan bahwa siaran olahraga dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Pada seremoni penutupan, RRI memberikan apresiasi kepada komentator yang mendampingi pendengar selama Piala Dunia 2026.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait