DPRK Aceh Besar Ajak Warga Gelar Shalat Istisqa' Atasi Kekeringan
Aceh Besar — Anggota Komisi IV DPRK Aceh Besar, Satria Maulana Putra, mengajak masyarakat setempat untuk melaksanakan shalat istisqa' sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan. Ajakan itu disampaikan menyusul kemarau panjang yang menurunkan debit air irigasi dan menyebabkan sebagian persawahan mengalami kekeringan.
Penanganan teknis: jadwal penggiliran air
Informasi mengenai menurunnya debit air berasal dari Kepala Dinas PUPR Aceh Besar, Ir. Syahrial Amanullah, ST, yang merupakan mitra kerja Komisi IV. Menyikapi kondisi tersebut, Dinas PUPR menggelar rapat pengaturan penggiliran air irigasi Krueng Aceh.
Rapat berlangsung di Balee Tani Bangunan Bagi Utama BKA.KN.11, Gampong Atong, Kecamatan Montasik, pada Rabu (22/7). Pengaturan ini dilakukan karena debit air yang masuk tidak lagi sebanding dengan kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Suara wakil rakyat dan dukungan petani
Satria menyatakan pihaknya telah menyampaikan keluhan petani ke pemerintah kabupaten. Ia juga memberi apresiasi atas langkah Dinas PUPR yang menetapkan jadwal penggiliran air agar distribusi air lebih adil.
"Kami telah menyampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat, khususnya para petani, terkait berkurangnya debit air pada saluran irigasi kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Besar. Kami juga mengapresiasi kinerja Dinas PUPR Aceh Besar yang telah merespons persoalan ini dengan menetapkan jadwal penggiliran air secara adil dan merata, meskipun kebutuhan air para petani belum dapat terpenuhi secara maksimal akibat kemarau panjang,"
- Satria Maulana Putra
Seruan ibadah sebagai ikhtiar bersama
Selain dorongan pada penanganan teknis, Satria mengimbau Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Besar untuk mengajak masyarakat melaksanakan shalat istisqa'. Ia menekankan pentingnya doa bersama sebagai bentuk ikhtiar spiritual di tengah ujian kekeringan.
"Ini merupakan ujian dari Allah SWT. Semoga Allah memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua serta segera menurunkan hujan agar kondisi pertanian di Aceh Besar kembali pulih,"
- Satria Maulana Putra
Dampak dan harapan ke depan
Penurunan debit air telah berdampak pada suplai irigasi dan mengakibatkan beberapa lahan sawah mengalami kekeringan. Penetapan jadwal penggiliran bertujuan mereduksi dampak tersebut sambil menunggu hujan datang.
Langkah teknis dan seruan ibadah yang berjalan bersamaan diharapkan dapat meringankan beban petani hingga kondisi normal kembali.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Aceh Besar Salurkan 3,7 Ton Ikan Segar untuk 350 Keluarga
Aceh Besar salurkan 3,7 ton ikan segar ke 350 penerima di Kuta Baro untuk dukung penanganan stunting dan giz...
Airin Rico Resmikan Gallery Torose, Tenun Karo Melangkah Modern
Airin Rico meresmikan Gallery Torose di Medan (19/9) untuk mempromosikan tenun Karo Uis Karo lewat koleksi e...
Rico Waas Selesaikan KTP dan Janji Perbaikan Drainase di Medan Deli
Wali Kota Medan Rico Waas menyelesaikan KTP warga dan menjanjikan perbaikan jalan serta drainase saat Sapa W...
Bupati Aceh Besar Dukung Kafilah MTQ di Semarang
Bupati Aceh Besar Muharram Idris bertemu kafilah MTQ di Semarang, beri dukungan moral dan uang saku untuk me...
Babinsa Lhoknga Imbau Warga Tingkatkan Waspada Musim Penghujan
Babinsa Koramil 03/Lhoknga mengimbau warga Meunasah Manyang tingkatkan kewaspadaan kesehatan dan kebersihan...
PGMNI Sumut Tawarkan Sinergi dengan Penmad Kemenag untuk Majukan Madrasah
PW PGMNI Sumut siap bersinergi dengan Penmad Kemenag Sumut untuk memajukan madrasah dan meningkatkan kesejah...