Komisi X Soroti Serapan Anggaran Sekolah Unggul Garuda 45,72%
Komisi X DPR RI menyoroti rendahnya realisasi anggaran pembangunan Sekolah Unggul Garuda Baru sepanjang tahun anggaran 2025. Dalam rapat kerja dengan Kemendiktisaintek di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026, anggota Komisi meminta penjelasan dan langkah mitigasi karena serapan dana proyek multiyears baru mencapai 45,72%.
Rendahnya serapan anggaran: angka dan kekhawatiran
Hingga akhir tahun pelaksanaan, program prioritas nasional itu tercatat menyerap sekitar 45,72 persen dari alokasi anggaran untuk empat unit sekolah. Anggota Komisi X, Habib Syarief Muhammad, mempertanyakan hambatan yang menyebabkan serapan tetap rendah.
Merujuk pada tertahannya serapan anggaran untuk empat unit Sekolah Unggul Garuda Baru di angka 45,72 persen. Kendala fundamental apa yang sebenarnya terjadi di lapangan
Habib menegaskan bahwa identifikasi hambatan mendesak perlu dilakukan agar proyek multiyears tidak mengalami perpanjangan waktu dan pembengkakan biaya.
Permintaan penjelasan dan langkah mitigasi
Selain menanyakan penyebab keterlambatan, Komisi X meminta Kemendiktisaintek memaparkan strategi mitigasi. Penjelasan tersebut diperlukan untuk memastikan pembangunan kembali berjalan sesuai target pemerintah.
Anggota Komisi lain, Abdul Fikri Faqih, juga menuntut keterangan terkait capaian yang dinilai belum mencukupi mengingat program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional.
Sekolah Garuda padahal baru menyerap 45,72 persen. Ini nampaknya juga perlu penjelasan
Dampak terhadap program prioritas dan langkah selanjutnya
Komisi X menilai keterlambatan serapan anggaran berpotensi mengganggu ritme proyek multiyears dan target pencapaian kualitas pendidikan. Oleh karena itu, kementerian diminta menyiapkan rencana pemulihan pelaksanaan, termasuk percepatan proses lelang, penyelesaian kendala lapangan, dan penguatan koordinasi antarstakeholder.
Rapat kerja menekankan pentingnya transparansi data realisasi dan timeline perbaikan agar DPR dapat memantau perkembangan. Komisi mengharapkan Kemendiktisaintek memberi laporan tindak lanjut dalam waktu dekat.
Jika langkah mitigasi dilaksanakan cepat dan efektif, Komisi X berharap serapan anggaran meningkat pada tahun anggaran berikutnya sehingga target pembangunan Sekolah Unggul Garuda Baru tetap tercapai tanpa mengorbankan kualitas.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
KPAI Minta Pengawasan Ketat untuk Program MBG 3B
KPAI mendesak pengawasan ketat pada Program MBG 3B agar makanan untuk bumil, busui, dan balita aman, bermutu...
Pemerintah Targetkan Revisi UU LLAJ Rampung 2026
Pemerintah menyerahkan 1.200 DIM RUU LLAJ ke DPR dan menargetkan revisi diselesaikan pada 2026 agar dapat di...
Kemensos Buka Kanal WhatsApp untuk Pengaduan Sekolah Rakyat
Kemensos membuka kanal WhatsApp 0887-7171-171 pada 29 Sept 2026 untuk pengaduan Sekolah Rakyat, terbuka bagi...
Indonesia Jajaki Pengalaman India untuk Bangun Infrastruktur Publik Digital
Indonesia menjajaki pengalaman India membangun infrastruktur publik digital untuk integrasi layanan, kata Wa...
Kemacetan Pelabuhan Ketapang: ODOL, Demo, dan Solusi Bersama
Kemacetan di akses Pelabuhan Ketapang disebabkan ODOL, antrean Pelindo, dan demonstrasi; solusinya butuh pen...
Kemenbud Usulkan Tari Zapin ke UNESCO untuk Perkuat Pelestarian
Kementerian Kebudayaan mengusulkan Tari Zapin ke UNESCO (29 Sept 2026) untuk memperkuat pelestarian lintas g...