Lokal

Ketua DPRK Banda Aceh Santuni Puluhan Anak Yatim di Rumah Dinas

Bagikan:
Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah bersama anak yatim di Rumah Dinas Neusu Jaya

Banda Aceh — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Irwansyah ST, bersama komunitas Partner Berbagi Aceh menyantuni puluhan anak yatim pada Jumat, 17 Juli. Kegiatan berlangsung di Rumah Dinas Ketua DPRK di Neusu Jaya dan sekaligus diisi acara talkshow inspiratif.

Kegiatan dan peserta

Acara dimulai di halaman rumah dinas dan dihadiri anak-anak yatim serta sejumlah donatur yang rutin mendukung program sosial. Panitia juga menggelar sesi sharing untuk memberi motivasi dan informasi kepada peserta.

Talkshow menghadirkan beberapa narasumber yang membahas tema kepedulian sosial dan peran komunitas. Pembicara yang tampil antara lain:

  • Ramadhania, PNS Kementerian Republik Indonesia
  • Maulida MKM, Dokter Gigi
  • Irwansyah ST, Ketua DPRK Banda Aceh

Pesan dari Ketua DPRK

Irwansyah menyatakan kegiatan santunan merupakan program rutin yang digelar Partner Berbagi Aceh. Ia menekankan bahwa berbagi membantu meredakan kegundahan dan memberi ketenangan batin.

“Alhamdulillah dihari Jum’at berkah kemarin, saya bisa menerima kunjungan puluhan adik-adik yatim dikediaman rumah dinas kami, kegiatan santunan yatim yang rutin dilaksanakan oleh partner berbagi,”

“Sering kali, justru di sanalah hati kita menemukan ketenangan yang selama ini dicari. Karena saat kita menguatkan orang lain, tanpa sadar kita juga sedang menyembuhkan diri sendiri,”

Peran donatur dan bentuk kontribusi

Dalam kegiatan itu hadir donatur-donatur yang selama ini memberi donasi rutin untuk santunan yatim dan bantuan bagi kaum fakir miskin. Irwansyah mendorong warga untuk memperluas bentuk kontribusi, tidak hanya berupa uang.

“Berbagi tidak hanya terbatas pada konteks materil uang saja, ada banyak hal yang bisa kita bagi, ada banyak hal kita bisa kontribusikan,”

Ia juga menekankan pentingnya networking untuk mempertemukan dermawan dengan lembaga sosial. Menurutnya, dukungan tenaga dan waktu juga bernilai sebagai kontribusi nyata.

“Jaringan dan networking itu juga bagian dari kontribusi. Minimal sekali, kita berikan kontribusi tenaga, aktif dan luangkan waktu dalam kegiatan lembaga – lembaga amal adalah bagian dari kontribusi itu sendiri,”

Harapan dan implikasi

Irwansyah berharap santunan seperti ini memberi dampak positif bagi masyarakat luas dan terus berlanjut. Kegiatan disebutnya bisa menjadi pemicu bagi gerakan kepedulian sosial yang lebih sistematis di Banda Aceh.

Kegiatan santunan dan talkshow di Rumah Dinas itu menjadi wadah bagi warga dan donatur untuk bersinergi membantu anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait