Simalungun Luncurkan Aplikasi SADATA Integrasi Data Perindag
SIMALUNGUN — Sekretaris Daerah Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, mewakili Bupati Anton Achmad Saragih meluncurkan aplikasi SADATA Habonaron Do Bona pada Selasa (8/9) di Balei Harungguan, Kantor Bupati Pamatang Raya. Peluncuran bertujuan mengintegrasikan data industri dan perdagangan yang tersebar sehingga keputusan pemerintahan dapat cepat dan berbasis bukti.
Peluncuran dan tujuan aplikasi
Acara peluncuran ditandai dengan tombol peluncur yang ditekan Sekda pada layar aplikasi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) menyebut SADATA dibuat untuk menyatukan data yang selama ini tersebar dan belum seragam formatnya.
"Adapun tujuan diluncurkan aplikasi SADATA Habonaron Do Bona ini untuk mewujudkan transformasi tata kelola data industri dan perdagangan yang terintegrasi, adaptif, dan berbasis bukti untuk penguatan daya saing Kabupaten Simalungun,"
Masalah data yang ingin diselesaikan
Menurut Disperindag, data selama ini tersebar di berbagai bidang dan sistem. Format tidak seragam, dashboard belum tersedia, dan pembaruan tidak real time. Kondisi ini berisiko menyebabkan keputusan lambat, duplikasi data, serta program yang kurang tepat sasaran.
Jika dibiarkan, Disperindag memperingatkan dampaknya bisa meluas: akuntabilitas melemah, peluang kemitraan terlewat, dan perkembangan produk lokal terhambat.
Arahan bupati setelah peluncuran
Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Sekda, Bupati Anton memberi apresiasi sekaligus mengingatkan bahwa peluncuran adalah awal, bukan akhir kerja. Ia menekankan pentingnya menjaga kualitas dan pemutakhiran data agar kebijakan benar-benar berbasis informasi yang akurat.
"Karena itu saya melihat SADATA Habonaron Do Bona sebagai sebuah langkah penting karena nama ini memiliki makna yang kuat ... 'Habonaron Do Bona' (kebenaran adalah pangkal atau dasar segala sesuatu),"
Bupati memberi lima arahan utama kepada Disperindag:
- Jaga kualitas data agar informasi dapat dipertanggungjawabkan.
- Bangun disiplin pemutakhiran data secara berkala.
- Jadikan dashboard sebagai instrumen kerja pimpinan.
- Bangun interoperabilitas dan kolaborasi antarinstansi.
- Ukur manfaat aplikasi bagi layanan publik dan perekonomian lokal.
Harapan dan tindak lanjut
Pejabat daerah berharap SADATA tidak sekadar menjadi tampilan dashboard, tetapi berkembang menjadi instrumen yang memperkuat ekosistem perekonomian Kabupaten Simalungun. Fokus utama ke depan adalah memastikan data diperbarui, operator memiliki mekanisme kerja yang jelas, serta hasilnya dirasakan masyarakat.
Peluncuran ini menempatkan persyaratan tata kelola data yang lebih disiplin dan transparan sebagai dasar kebijakan pemerintahan modern di Simalungun.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Wawali Sabang Hadiri HUT ke-27 Bireuen, Ajak Perkuat Kerja Sama Antar Daerah
Wawali Sabang Suradji Junus menghadiri HUT ke-27 Bireuen (12/10), menyampaikan harapan peningkatan pembangun...
Aceh Besar Dukung PKM UIN Ar-Raniry, 517 Mahasiswa Turun
Pemkab Aceh Besar bahas PKM UIN Ar-Raniry melibatkan 517 mahasiswa di Lhoknga dan Leupung, mulai 22 Oktober...
Bupati Aceh Besar Tekankan Pelestarian Bahasa Aceh di Festival 2026
Bupati Aceh Besar minta peran bersama menjaga bahasa Aceh dan mendorong perlindungan hak budaya seperti kuah...
Kecelakaan di Simalungun: 5 Luka, Ibu Hamil Alami Keguguran
Kecelakaan di Jalan Medan Km 20-21, Simalungun, menewaskan tidak ada korban jiwa; lima penumpang luka dan se...
Wesly Silalahi Hadiri Ibadah Utus-Sambut di GPIB Maranatha
Wali Kota Wesly Silalahi hadir dalam ibadah utus-sambut GPIB Maranatha, memberi penghargaan kepada pendeta l...
Alokasi Bantuan Bedah Rumah Sumut 2026 Melonjak Jadi 15.011 Unit
Pemprov Sumut meningkatkan alokasi bedah rumah 2026 menjadi 15.011 unit; pemda diminta segera lengkapi admin...