Rupiah Tembus Rp17.500, Masyarakat Diminta Perketat Pengeluaran
Rupiah menembus level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan pekan ini, mendorong pakar ekonomi dan perencana keuangan memberi saran pengelolaan keuangan lebih ketat. Pelemahan tajam ini terjadi kurang dari sebulan karena tekanan eksternal, sehingga masyarakat diminta menunda pembelian impor dan memperbesar dana darurat.
Penyebab pelemahan nilai tukar
Direktur eksekutif sebuah lembaga kajian menilai volatilitas rupiah dipicu oleh kenaikan permintaan dolar dan pasokan yang menipis. Faktor eksternal seperti ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan kenaikan suku bunga bank sentral AS menjadi pemicu utama depresiasi rupiah.
Selain itu, adanya kebutuhan dolar yang meningkat karena utang jatuh tempo pada 2026 disebut memperburuk tekanan pasar. Angka utang yang jatuh tempo mencapai angka ratusan triliun rupiah, sehingga permintaan valuta asing melonjak dalam waktu singkat.
Saran untuk masyarakat dan investor
Perencana keuangan independen menyarankan publik menunda pembelian barang elektronik dan barang bermerek impor yang sangat dipengaruhi pergerakan dolar. Ia juga meminta masyarakat mengevaluasi pengeluaran rutin dan memilih transportasi umum untuk menekan biaya energi harian.
"Elektronik tidak usah ganti dulu, ponsel kalau masih bagus jangan ganti. Tahan dulu hobinya, pembelian barang impor harus segera dihentikan," kata perencana keuangan tersebut pada 13 Mei 2026.
Dia juga menekankan pentingnya memperbesar dana darurat menjadi tiga sampai enam bulan pengeluaran rutin sebagai langkah antisipasi ketidakpastian. Bagi investor ritel, fokus pada saham perusahaan dengan fundamental kuat saat harga terkoreksi dianggap lebih bijak.
"Kalau dia belinya untuk trading banyak orang bilang harganya udah ketinggian. Kalau dia beli emas untuk jangka panjang maka harga berapapun masuk aja ke emas," ujar dia.
Saran kebijakan dan langkah otoritas
Pakar lain menilai Bank Indonesia perlu melakukan intervensi pasar uang lebih agresif untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Otoritas moneter juga dapat meningkatkan suku bunga guna menahan aliran modal keluar atau capital outflow.
"Bank Indonesia melepaskan USD lebih banyak. Kemudian Bank Indonesia juga bisa meningkatkan kebunga sehingga tidak akan terjadi capital outflow," kata Direktur Eksekutif tersebut.
Pemerintah diminta memperkuat kebijakan investasi dan mendorong ekspor masif untuk memperbaiki fundamental nilai tukar jangka panjang. Optimalisasi belanja negara pada program yang berdampak luas juga dianggap penting untuk meredam dampak sosial ekonomi.
Dampak ke harga dan daya beli
Para analis memperingatkan pelemahan rupiah kemungkinan segera mendorong kenaikan harga pangan dan energi. Ketergantungan industri pada bahan baku impor membuat biaya produksi naik, lalu dibebankan ke konsumen sehingga daya beli masyarakat berisiko menurun.
Secara keseluruhan, kombinasi kebijakan moneter dan fiskal yang sinergis serta langkah penghematan oleh masyarakat dinilai krusial untuk meredam tekanan nilai tukar dan menjaga stabilitas ekonomi dalam jangka menengah.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
PT Vale Luncurkan Kelas Konservasi untuk Duta Lingkungan
PT Vale meluncurkan Kelas Konservasi di Luwu Timur untuk melatih 50 pelajar menjadi duta lingkungan selama J...
Sandiaga Investasi di Mutuagung Lestari, Bidik Bisnis Sertifikasi
Sandiaga Uno investasikan pada PT Mutuagung Lestari untuk memperkuat layanan sertifikasi yang mendukung daya...
Regulasi dan Insentif Fiskal Kunci Pengembangan Industri Menengah
Regulasi jelas dan jaminan insentif fiskal dinilai penting untuk mempercepat pengembangan industri menengah...
Bisnis Kopi Solo Melaju Seiring Perubahan Gaya Hidup
Bisnis kopi di Solo berkembang karena gaya hidup, wisata, dan inovasi UMKM; peluang besar bagi kedai lokal y...
Harga Emas Antam Turun Tajam ke Rp2.605.000/gram
Harga emas Antam 24 Juli 2026 turun ke Rp2.605.000/gram, minus Rp35.000; buyback Rp2.345.000/gram. Ketentuan...
INALUM Buka Program Magang, Ajak Talenta Muda Belajar di Industri
INALUM membuka program magang untuk talenta muda belajar langsung di industri nasional, memperkuat keterampi...