Kemenbud Revitalisasi 159 Aset Budaya, Termasuk Rumah Sastra Ahmad Tohari
Kementerian Kebudayaan melakukan revitalisasi terhadap 159 aset budaya pada 28 Juni 2026. Program berlangsung di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan mencakup situs cagar budaya serta kantong budaya yang menjadi ruang literasi publik. Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pembenahan tetap berjalan karena kebutuhan ruang baca dan kegiatan kebudayaan masih tinggi.
Revitalisasi di tengah efisiensi anggaran
Kementerian menyebut revitalisasi ini bagian dari upaya menjaga akses publik terhadap warisan budaya sekaligus meningkatkan fungsi aset sebagai tempat belajar dan berkegiatan. Pekerjaan meliputi perbaikan fasilitas, peningkatan koleksi, dan penataan ruang agar lebih ramah pengunjung.
Meski anggaran disesuaikan, program tidak dihentikan. Menurut kementerian, pendekatan yang dipilih adalah prioritisasi dan efisiensi pelaksanaan, sehingga revitalisasi bisa berjalan tanpa mengorbankan program lain yang bersifat strategis.
Perpustakaan dan Rumah Sastra Ahmad Tohari sebagai contoh
Salah satu aset yang telah mendapat perhatian adalah Perpustakaan Ahmad Tohari di Banyumas, Jawa Tengah. Tempat ini berfungsi sebagai ruang baca, ruang diskusi, dan pusat kegiatan sastra bagi pelajar, mahasiswa, dan masyarakat umum.
“Rumah Sastra Ahmad Tohari tidak hanya menyimpan jejak seorang sastrawan. Tempat ini telah juga menjadi ruang belajar dan sumber inspirasi bagi publik,”
Keterangan itu disampaikan Menteri Fadli Zon ketika menjelaskan tujuan revitalisasi. Ia juga menyatakan harapannya agar rumah sastra dan perpustakaan terus menjadi pusat kegiatan budaya yang berkelanjutan.
“Saya berharap Rumah Sastra dan Perpustakaan Ahmad Tohari terus menjadi perpustakaan yang hidup. Sekaligus menjadi kantong budaya yang melahirkan kegiatan kebudayaan secara berkelanjutan,”
Dampak dan prospek ke depan
Revitalisasi 159 aset diharapkan memperkuat jejaring ruang literasi di berbagai daerah. Selain menjaga nilai sejarah, program ini juga membuka peluang peningkatan partisipasi publik dalam kegiatan kebudayaan lokal.
Pemerintah berjanji memantau hasil revitalisasi dan menyusun indikator keberhasilan, seperti jumlah pengunjung, frekuensi kegiatan, dan kondisi koleksi perpustakaan. Upaya ini juga dipandang penting untuk mempertahankan daya hidup kantong budaya di tengah perubahan sosial dan keterbatasan anggaran.
Dengan langkah ini, Kementerian Kebudayaan berharap aset-aset terjaga fungsinya sebagai ruang pendidikan budaya sekaligus sumber inspirasi bagi generasi mendatang.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Prabowo Dorong Kampus Perkuat Inovasi Hadapi Perubahan Global
Presiden Prabowo mendorong perguruan tinggi jadi pusat inovasi dan solusi menghadapi perubahan global, disam...
Pemerintah Targetkan 36 Ribu Kopdes Merah Putih Beroperasi 2026
Pemerintah menargetkan 36.000 Kopdes Merah Putih beroperasi akhir 2026 untuk salurkan bansos dan serap hasil...
Pemerintah Genjot Jaringan Kereta Logistik 2.772 km di Kalimantan
Pemerintah dorong pembangunan jaringan kereta logistik 2.772 km di Kalimantan dengan skema investasi non-APB...
Prabowo Tutup Sarasehan KSTI 2026, Dorong Sinergi Nasional
Presiden Prabowo menutup Sarasehan KSTI 2026 di JICC, mengajak kolaborasi pemerintah, akademisi, dan industr...
Prabowo Dukung Penambahan Beasiswa Doktor untuk Dosen
Presiden Prabowo janji tindaklanjuti usulan penambahan beasiswa doktor untuk dosen dan penguatan pendanaan r...
KKP Targetkan 1.369 Kampung Nelayan, Produksi Ikan 2,8 Juta Ton
KKP targetkan 1.369 Kampung Nelayan rampung 2026 dan perkirakan produksi 2,8 juta ton ikan per tahun dengan...