Reses DPRD Bojonegoro: Dorong Pupuk Organik, Beasiswa, Modal UMKM
BOJONEGORO — Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, Bambang Sutriyono, menggelar reses Masa Sidang II Tahun 2026 di Kecamatan Baureno pada Sabtu, 22 Agustus 2026. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi warga dari tiga kecamatan di Daerah Pemilihan III: Baureno, Kanor, dan Kepohbaru. Isu utama yang muncul meliputi pertanian, pendidikan, dan penguatan UMKM.
Reses dan partisipasi masyarakat
Reses berjalan dalam bentuk dialog terbuka antara wakil rakyat dan konstituen. Warga hadir dari berbagai kalangan, termasuk petani, pelajar, dan pelaku usaha mikro. Agenda utama adalah menampung keluhan dan usulan yang akan dibawa ke pembahasan DPRD.
Prioritas sektor pertanian
Di sektor pertanian, warga mengeluhkan penurunan kesuburan tanah dan ketergantungan pada pupuk kimia. Bambang mendorong peralihan ke pupuk organik untuk menjaga produktivitas jangka panjang. Ia juga menyoroti kebutuhan bibit unggul, peningkatan kualitas tanah, dan perbaikan saluran irigasi.
"Kita dorong 28 kecamatan mencintai kesuburan tanah dengan pupuk organik. Jangan tergantung pada pupuk kimia yang kurang sehat. Program pupuk organik gratis yang sudah berjalan di beberapa kecamatan akan terus kita kelilingkan," ujar Bambang di hadapan warga.
Pendidikan: akses dan beasiswa
Pendidikan menjadi isu kedua yang dominan. Warga meminta perluasan akses pendidikan tinggi melalui program beasiswa. Sasaran utama adalah keluarga kurang mampu dan pelajar berprestasi.
"Beasiswa diprioritaskan untuk warga desil 4 ke bawah agar bisa kuliah, serta anak-anak dengan kemampuan akademik unggulan," jelas Bambang menanggapi aspirasi seorang pelajar dari Kecamatan Kanor.
Penguatan ekonomi rumah tangga dan UMKM
Perempuan dan pelaku usaha lokal menyoroti kebutuhan modal usaha serta pelatihan untuk menghidupkan ekonomi rumah tangga. Warga berharap adanya suntikan modal dan pembinaan bagi usaha mikro agar mampu naik kelas dan bertahan dalam persaingan.
Evaluasi anggaran dan regulasi daerah
Bambang memaparkan capaian kerja DPRD terkait realisasi anggaran. Hingga akhir semester pertama 2026, penyerapan belanja APBD Kabupaten Bojonegoro tercatat baru mencapai 25,7 persen. Ia memproyeksikan percepatan realisasi proyek fisik dan infrastruktur pada semester kedua.
Selain anggaran, Bambang memastikan sejumlah perda yang baru disahkan, termasuk perda perlindungan ibu dan anak serta bantuan hukum bagi masyarakat kurang mampu, diarahkan agar tepat sasaran. Masukan dari reses akan diintegrasikan dalam pembahasan program pembangunan daerah.
Impak dan langkah ke depan
Reses ini memberi gambaran kebutuhan prioritas di Dapil III. Aspirasi yang konkret di bidang pertanian, pendidikan, dan ekonomi rumah tangga kini menjadi bahan masukan untuk kebijakan daerah. Selanjutnya, DPRD akan membahas usulan tersebut dalam rapat internal guna menyusun langkah anggaran dan regulasi lanjutan.
Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.
Berita Terkait
Amin Thohari Soroti Penurunan APBD 2027 dan Dorong Kemandirian Pangan
Amin Thohari gelar reses di Desa Babad; sorotan pada penurunan APBD 2027, kemandirian pangan, dan perbaikan...
Ansari Dorong Penguatan Ruang Aman Perempuan di Pamekasan
Ansari mendorong penguatan ruang aman bagi perempuan di Pamekasan lewat dialog, edukasi, dan kolaborasi lint...
DPRD Dukung Perubahan Jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan
Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Sumenep dukung perubahan nama jadi Kabupaten Sumenep Kepulauan untuk perkua...
BKN Trenggalek Mayoritas Generasi Z, FJTT 2026 Siap Digelar
BKN Trenggalek dikukuhkan 22 Agustus 2026 dengan pengurus mayoritas generasi Z; Trenggalek siapkan FJTT 2026...
Mayoritas Generasi Z Pimpin BKN Trenggalek, Siap Gelar FJTT 2026
DPC PDI Perjuangan Trenggalek mengukuhkan BKN mayoritas pengurus generasi Z dan siapkan Festival Jaranan Ter...
PDI Perjuangan Gondang Kukuhkan Ranting dan Anak Ranting 2026–2031
PDI Perjuangan Gondang resmi kukuhkan pengurus Ranting dan Anak Ranting 2026-2031 di Taman Koi Rejosari seba...