Politik

Penari Remo Cilik Sampaikan Bunga dan Pesan pada Megawati

Bagikan:
Anak penari Tari Remo memberi buket bunga kepada Megawati di acara konsolidasi PDI Perjuangan di Surabaya

SURABAYA — Tiga penari cilik Tari Remo mendekati Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, usai tampil pada rapat konsolidasi PDI Perjuangan Jawa Timur, Minggu (24/8/2026). Anak-anak itu memberi buket bunga dan menerima pesan agar generasi muda terus merawat kebudayaan bangsa.

Pertemuan hangat di atas panggung

Penari belia bernama Andra (7), Nafisa (9), dan Feli (7) tampil sebagai kelompok dari Sanggar Tari Putra Bimbar. Setelah pementasan, mereka menghampiri barisan kursi pimpinan dan menyerahkan bunga kepada Megawati.

Suasana yang awalnya resmi berubah cair, saat Megawati menyambut mereka dengan senyum dan bertanya tentang usia, kelas, serta sejak kapan mereka belajar tari tradisional.

Pesan agar terus melestarikan seni

Dalam pertemuan singkat itu, Megawati memberi motivasi agar anak-anak tidak berhenti menekuni seni. Pesan itu langsung diingat oleh salah satu penari, yang menyampaikan kembali apa yang diucapkan oleh tokoh itu.

"Ada pesan sedikit, katanya jangan menyerah untuk menari, harus tetap maju,"

Meski percaya diri saat menari, ketiganya mengakui sempat gugup ketika berhadapan langsung dengan sosok berpengaruh tersebut. Andra menggambarkan perasaannya secara sederhana.

"Kayak gemeter gitu, soalnya baru pertama kali ketemu,"

Sementara Feli menggunakan istilah khas Jawa untuk menjelaskan kegugupannya.

"Ndredeg."

Tentang pementasan dan maknanya

Pementasan yang mereka ikuti adalah bagian dari Tari Remo Gagrakar, melibatkan 41 peserta dari rentang usia kelas 1 SD hingga SMA. Pertunjukan ini menjadi pembuka rangkaian konsolidasi partai yang dihadiri jajaran petinggi PDI Perjuangan, termasuk Prananda Prabowo, pengurus DPD, kepala daerah, dan anggota legislatif.

Pelatih sekaligus pencipta tari, Sariono (61), menjelaskan bahwa koreografi dibuat sebagai simbol perjuangan masyarakat Surabaya. Ia menekankan unsur historis yang dikemas agar lebih menarik bagi penonton modern.

"Makna dari tarian ini itu tari perjuangan. Jadi pada zaman dahulu kala masyarakat Surabaya berjuang untuk mengunci para penjajah,"

Dampak bagi sanggar dan kelanjutan pelestarian

Apresiasi langsung dari Megawati disambut syukur oleh para penari dan pengurus sanggar. Mereka menilai perhatian tokoh nasional tersebut memberi motivasi baru untuk terus melestarikan tradisi tari daerah.

Sanggar Tari Putra Bimbar menyatakan akan melanjutkan pelatihan bagi anak-anak dan berupaya menampilkan karya-karya kolaboratif serupa ke depan. Dukungan tokoh politik diharapkan memperkuat upaya pelestarian budaya lokal di kalangan generasi muda.

Bima Prakoso
Penulis
Bima Prakoso

Jurnalis politik dengan fokus pada dinamika partai, kebijakan publik, dan agenda pemerintahan.

Berita Terkait