Lokal

Humbahas Rehabilitasi 207 Ha Sawah Terdampak Bencana Akhir 2025

Bagikan:
Petani memeriksa sawah terdampak banjir di Humbang Hasundutan

DOLOKSANGGUL — Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan menyatakan akan merehabilitasi 207 hektare lahan persawahan yang terdampak banjir dan tanah longsor, dengan target pelaksanaan akhir tahun 2025. Program ini bertujuan mengembalikan produktivitas lahan agar petani dapat segera mengolah sawahnya kembali.

Rencana dan koordinasi

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Humbahas, Tukka Siahaan, mengatakan rencana rehabilitasi telah dibahas bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Sumatera Utara pada pertemuan di Medan, Rabu (17/6). Pernyataan ini disampaikan melalui ponselnya, Kamis (18/6).

Langkah tersebut merupakan percepatan pelaksanaan program dari Ditjen Lahan dan Irigasi Pertanian untuk mendukung pemulihan sektor pertanian pascabencana di Humbahas.

"Mudah-mudahan dalam waktu dekat pembukaan lahan persawahan terdampak bencana itu segera terealisasi, sehingga para petani dapat mengolah lahannya secara optimal dan perekonomian masyarakat kembali pulih,"

Kerja sama dan pendanaan

Pemerintah daerah telah menandatangani kerja sama dengan Kodam I/Bukit Barisan untuk pelaksanaan program rehabilitasi. Penandatanganan berlangsung di Aula Aster Bukit Barisan dan dihadiri Asisten Teritorial Kasdam I/Bukit Barisan, Kolonel Inf Mochamad Fuad Suparlin, serta Wakil Aster, Letkol Inf Restu Petrus Simbolon.

Dalam perjanjian itu, peran TNI dari Kodam I/Bukit Barisan akan bersifat sebagai pengawas pelaksanaan rehabilitasi. Anggaran untuk kegiatan ini disiapkan sebesar Rp2,4 miliar yang bersumber dari APBN TA 2026.

Dampak untuk petani dan pemulihan ekonomi

Rehabilitasi 207 hektare sawah diharapkan mempercepat pemulihan produksi pertanian di daerah terdampak. Pemerintah daerah bersama pihak terkait menargetkan agar lahan bisa kembali diolah sebelum musim tanam berikutnya, sehingga pendapatan petani tidak terlalu lama terdampak.

Menurut Tukka Siahaan, inisiatif ini merupakan hasil koordinasi Bupati Oloan Paniaran Nababan dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak. Pemerintah daerah menilai kerja sama lintas lembaga penting untuk memastikan rehabilitasi berjalan cepat dan tepat sasaran.

Prospek ke depan

Jika rehabilitasi berjalan sesuai rencana, produksi padi dan mata pencaharian petani di Humbahas diharapkan pulih bertahap. Pengawasan dari Kodam I/Bukit Barisan serta dukungan pendanaan pusat menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait