Olahraga

Regragui: Maroko Bidik Final Piala Dunia, Nyaris Ukir Sejarah

Bagikan:
Walid Regragui menyingkap target dan refleksi perjalanan Maroko di Piala Dunia 2022

Walid Regragui, mantan pelatih timnas Atlas Lions, mengungkap target besar yang ia tetapkan saat menerima jabatan: bukan sekadar ikut Piala Dunia 2022 di Qatar, tetapi bersaing untuk memenangi turnamen hingga final. Pernyataan itu disampaikan Regragui pada 28 Juli 2026, saat merefleksikan perjalanan Maroko di turnamen tersebut, termasuk tantangan persiapan singkat dan momen kunci yang mengubah nasib tim.

Target awal dan syarat menerima tugas

Regragui mengatakan ia memberi syarat tegas kepada federasi sebelum menerima peran sebagai pelatih. Menurutnya, Maroko tidak boleh tampil hanya sebagai pelengkap. Ia menegaskan tujuan kompetitif harus menjadi dasar pengerjaan tim.

"Saya bilang, tidak akan menerima tugas ini jika tujuannya hanya sekadar berpartisipasi. Maroko tidak boleh pergi ke Piala Dunia hanya untuk hadir, tetapi untuk menjadi tim yang mampu bersaing," ujar Regragui.

Persiapan singkat jadi tantangan terbesar

Waktu menjadi hambatan utama. Regragui mengakui hanya memiliki sekitar tiga bulan untuk membentuk skuad, menyusun taktik, dan membentuk staf kepelatihan. Ia menyebut proses itu berlangsung cepat dan padat.

"Kami harus memanggil kembali sejumlah pemain, membangun identitas tim, menyusun gagasan taktis. Dan, membentuk staf teknis, dan semua itu dalam waktu yang sangat singkat," kata Regragui.

Kunci kebangkitan: dari Kroasia hingga Belgia

Menurut Regragui, hasil imbang pada laga pembuka melawan Kroasia menjadi titik balik. Hasil itu memberi dorongan kepercayaan diri yang kemudian dipertegas oleh kemenangan atas Belgia. Momentum tersebut membantu Maroko melaju ke fase gugur dengan mental kuat.

"Setelah pertandingan itu, para pemain memperoleh kepercayaan diri yang besar. Lalu datang kemenangan atas Belgia yang memberi kami keyakinan lebih besar akan kemampuan kami untuk melangkah jauh," ujar Regragui.

Misi menorehkan sejarah: Spanyol, Portugal, Prancis

Regragui menegaskan bahwa lolos dari fase grup bukanlah tujuan akhir. Ia mendorong pemain menyingkirkan Spanyol, lalu melanjutkan dengan kemenangan atas Portugal untuk membawa Afrika ke semifinal Piala Dunia untuk pertama kalinya.

"Setelah lolos dari fase grup, saya bilang kepada para pemain bahwa sudah tiba saatnya menorehkan sejarah Maroko dengan menyingkirkan Spanyol. Dan setelah mengalahkannya, tujuan kami menjadi menorehkan sejarah Afrika dengan lolos ke semifinal atas Portugal," kata Regragui.

Menjelang semifinal melawan Prancis, timnya memasuki laga dengan keyakinan bahwa final dan gelar bukan hal yang mustahil.

"Kami benar-benar meyakini kemungkinan memenangi Piala Dunia. Karena itulah kami memasuki laga melawan Prancis dengan ambisi yang sama," kata Regragui.

Dampak dan prospek ke depan

Meski akhirnya tersingkir, Regragui menilai pencapaian di Qatar menjadi titik balik sepak bola Maroko. Ia berharap semifinal bukan akhir, melainkan fondasi untuk membangun tim yang dapat bersaing secara konsisten di level tertinggi.

"Setelah kembali ke Maroko, kami mulai memikirkan apa yang kami butuhkan, menjadi tim berkelanjutan bersaing di level tertinggi. Karena mencapai semifinal seharusnya menjadi awal, bukan akhir," ujar Regragui.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait