Para Atletik Indonesia Raih 16 Medali di Kejuaraan Dunia Meksiko
Tim para atletik Indonesia sukses meraih 16 medali pada Kejuaraan Dunia di Meksiko, yaitu 15 emas dan 1 perak. NPC Indonesia melaporkan pencapaian itu pada Senin, 27 Juli 2026. Hasil ini menempatkan Indonesia sebagai runner-up klasemen, di bawah tuan rumah Meksiko yang memuncaki klasemen dengan total 281 medali. Prestasi tersebut sekaligus menjadi modal penting menuju ajang internasional berikutnya.
Perolehan medali dan posisi klasemen
Indonesia keluar sebagai negara peringkat kedua dalam klasemen akhir kejuaraan yang diikuti 26 negara. Tim berhasil mengumpulkan 15 medali emas yang berasal dari berbagai nomor atletik para. Perolehan ini menunjukkan konsistensi tim nasional dalam lintasan dan nomor lempar.
Rekor dunia dan Asia yang pecah
Kejuaraan ini juga mencatat beberapa rekor penting bagi Indonesia. Atlet lempar cakram I Kadek Dwi Purwana Yasa memecahkan rekor dunia pada nomor lempar cakram F57 dengan lemparan sejauh 48,68 meter. Sementara itu, pelari putri Nanda Mei Sholihah memecahkan rekor Asia pada nomor 100 meter T47.
'Hasilnya sangat memuaskan. Ada yang memecahkan rekor dunia atas nama Kadek Dwi di nomor lempar cakram F57 dan memecahkan rekor Asia atas nama Nanda Sholihah di nomor 100 meter T47,'
pernyataan pelatih Tim Para Atletik Indonesia, Setyo Budi Hartanto, yang disampaikan pada Senin. Setyo menilai prestasi itu sebagai indikator kesiapan tim menghadapi kompetisi mendatang.
Pengakuan atlet dan tantangan di lapangan
Kadek mengaku terkejut namun bangga atas rekor yang dicetaknya. Ia menyebut lemparan terbaiknya melampaui catatan atlet Brasil, Thiago Paulino dos Santos. Kadek juga menyampaikan kendala yang mereka hadapi saat bertanding.
'Sebenarnya tidak menyangka bisa pecah rekor. Saya hanya berusaha lempar sebisanya, tetapi ternyata dari lemparan sebisanya itu malah pecah rekor di sini. Tentunya saya senang dan masih engga expect,'
Kadek menambahkan dua hambatan utama: perjalanan panjang dari Indonesia dan ketidakcocokan kuliner lokal. 'Kendala yang pertama solusinya istirahat yang banyak. Untuk yang kedua, kita membawa bekal makanan dari Indonesia,' jelasnya.
Fokus pada persiapan ke kompetisi berikutnya
Pelatih Setyo menegaskan bahwa hasil di Meksiko juga menjadi sumber poin untuk menuju Paralimpiade Los Angeles 2028. Kejuaraan ini sekaligus menjadi pemanasan terakhir sebelum tim berangkat ke Nagoya, Jepang. Tim memiliki waktu tiga bulan untuk mematangkan persiapan menuju Asian Para Games 2026.
Nanda juga berbicara tentang target ke depan. Ia menyumbang tiga medali emas dan mencatat rekor pribadi di nomor 200 meter. 'Sebenarnya yang menjadi lawan terberat justru diri sendiri karena melawan rasa takut. Tetapi dengan persiapan yang cukup matang, Alhamdulillah berjalan sesuai harapan,' kata Nanda.
Dengan modal dari Meksiko, tim berharap meningkatkan performa dan menargetkan prestasi lebih tinggi di Asian Para Games dan kualifikasi menuju Paralimpiade.
Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.
Berita Terkait
Kiandra Ramadhipa Raih Podium di Putaran Akhir Moto3 Junior Misano
Kiandra Ramadhipa finis kedua di Race 2 Moto3 Junior Misano dan menutup musim 2026 di posisi kelima dengan 1...
Persib Rekrut Igor Tolic sebagai Asisten Pelatih
Persib resmi mengganti asisten pelatih Goran Paulic dengan Igor Tolic, rekomendasi Bojan Hodak, diumumkan 2...
Panama Lolos Perempat Final Copa America 2024 usai Tumbangkan Bolivia
Panama melaju ke perempat final Copa America 2024 usai menaklukkan Bolivia 3-1; gol Fajardo, Guerrero, dan Y...
Uruguay Hentikan AS 1-0 dan Melaju ke Perempat Final Copa America
Uruguay menang 1-0 atas AS di Arrowhead dan melaju ke babak delapan besar Copa America lewat gol Mathias Oli...
Goran Paulic Resmi Tinggalkan Persib
Goran Paulic, asisten pelatih asal Kroasia, mengakhiri kerja sama dengan Persib pada 2 Juli 2024 menjelang L...
Kapolresta Bandung Cup: Puluhan Tim U-16 Berlaga di Jalak Harupat
Puluhan tim U-16 bersaing di Kapolresta Bandung Cup (2-5 Juli 2024) di Sor Si Jalak Harupat sebagai wadah pe...