Nasional

DPR Minta Rating SPPG MBG Disertai Tindak Lanjut Cepat

Bagikan:
Ilustrasi penilaian layanan makan sekolah SPPG MBG dan pengawasan kebersihan dapur

Komisi IX DPR mendukung rencana BGN menerapkan sistem rating untuk SPPG yang menjalankan Program MBG, namun menekankan bahwa hasil penilaian buruk harus segera ditindaklanjuti. Pernyataan itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX, Nihayatul Wafiroh, di Jakarta, Selasa, 22 September 2026, sejalan dengan persiapan aplikasi penilaian oleh BGN.

Dukungan Komisi IX dan tujuan penilaian

Komisi IX menilai sistem rating dapat menjadi instrumen langsung untuk mengukur kualitas layanan MBG dari perspektif sekolah dan siswa. Penilaian diharapkan memberi data konkret tentang kualitas menu, ketepatan waktu pengiriman, dan aspek pelayanan SPPG.

Tekanan untuk ada mekanisme tindak lanjut

Nihayatul Wafiroh mengingatkan bahwa angka atau bintang saja tidak cukup. Ia meminta BGN menyiapkan alur penanganan yang jelas agar laporan dari sekolah dan siswa dapat diverifikasi dan diperbaiki.

Kalau sistem penilaian rating diterapkan, tentu bagus. Tetapi tindak lanjutnya juga harus disiapkan secara matang, jangan sampai input dari masyarakat terbuang sia-sia.

Menurut Ninik, penilaian rendah bisa muncul karena berbagai persoalan pelaksanaan, termasuk kualitas makanan, keterlambatan distribusi, variasi menu, kebersihan, keamanan pangan, dan kualitas pelayanan SPPG.

  • Kualitas makanan yang tidak memenuhi standar;
  • Keterlambatan pengiriman makanan;
  • Variasi menu yang kurang memadai;
  • Masalah kebersihan dan keamanan pangan di dapur;
  • Pelayanan SPPG kepada penerima manfaat yang kurang baik.

Pengawasan dapur dan verifikasi laporan

Nihayatul mendesak BGN memperketat pengawasan kondisi dapur SPPG. Dapur yang memproduksi makanan bagi siswa harus memenuhi standar kebersihan dan keamanan pangan.

Keamanan dapur itu harus dijaga betul oleh BGN, jangan sampai kita hanya bicara soal rating, menu, atau ketepatan waktu. Tetapi aspek keamanan dan kebersihan dapurnya justru luput dari pengawasan, karena ini menyangkut makanan yang dikonsumsi anak-anak.

Dia juga meminta setiap laporan mengenai dugaan persoalan kebersihan atau keamanan pangan segera diperiksa dan, bila terbukti, ditindaklanjuti dengan tindakan korektif agar masalah serupa tidak berulang.

Kalau ada laporan mengenai kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, proses memasak, atau hal lain yang berpotensi mengganggu keamanan pangan. Itu harus segera diverifikasi dan ditindaklanjuti, jangan menunggu sampai persoalannya menjadi besar.

Aplikasi penilaian BGN

BGN tengah menyiapkan aplikasi yang memungkinkan sekolah memberikan rating dan catatan langsung terkait layanan MBG dari SPPG setempat. Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan penilaian mencakup aspek kualitas menu dan ketepatan waktu pengiriman.

Apakah menunya jelek, apakah suka terlambat, apakah kemudian lain sebagainya itu bisa kemudian diberi bintang. Kemudian dikasih catatan.

Dengan aplikasi ini, masukan sekolah diharapkan menjadi sumber informasi untuk memantau pelaksanaan MBG dan mengidentifikasi SPPG yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Implikasi dan langkah ke depan

Komisi IX menuntut agar BGN tidak hanya mengumpulkan data rating, tetapi juga menyiapkan proses verifikasi dan perbaikan yang cepat. Sistem penilaian berpotensi meningkatkan akuntabilitas SPPG jika disertai pengawasan, verifikasi laporan, dan tindakan korektif yang tegas.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait