Nasional

PU Tangani 2.200 Lokasi Terdampak Kekeringan

Bagikan:
Petugas memasang pipa dan sandbag untuk distribusi air saat penanganan kekeringan

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menangani darurat kekeringan di 2.200 lokasi di berbagai wilayah Indonesia untuk mengantisipasi dampak fenomena El Nino. Sampai saat ini 1.760 lokasi telah selesai ditangani, sedangkan 440 lokasi masih dalam proses, dengan fokus pada pemenuhan air masyarakat, penyelamatan lahan pertanian, dan dukungan pengendalian kebakaran hutan dan lahan.

Ringkasan penanganan dan target

Kementerian PU menjaga pasokan air untuk sawah seluas 53.052 hektare dan memberikan layanan air kepada masyarakat terdampak. Intervensi bersifat darurat dan disesuaikan dengan kondisi lokal agar kebutuhan air publik dan produktivitas pertanian tetap terjaga.

Rincian intervensi teknis

Langkah teknis yang diterapkan meliputi beberapa tindakan lapangan:

  • Memompa air dari sungai untuk mengaliri persawahan di 104 lokasi.
  • Normalisasi saluran irigasi utama dan sekunder di 21 lokasi.
  • Pembangunan saluran darurat di 3 lokasi dan pemasangan pipa di 112 lokasi.
  • Pemasangan sandbag, pengaturan giliran distribusi air, serta optimalisasi saluran yang ada.

"Di tengah dunia yang terus berubah dan penuh ketidakpastian, air menjadi fondasi yang sangat penting bagi pembangunan berkelanjutan. Karena itu, penanganan kekeringan harus dilakukan secara cepat, terukur, dan terpadu agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi dan produktivitas pertanian tetap terjaga," kata Menteri PU Dody Hanggodo, Kamis, 10 September 2026.

Dampak pada masyarakat dan realisasi bantuan

Kementerian PU mencatat penanganan pada 1.677 lokasi permukiman. Bentuk utama bantuan adalah distribusi air bersih yang menjangkau 1.629 lokasi, pembangunan atau pemanfaatan sumur bor di 9 lokasi, dan penanganan lain di 39 lokasi.

Secara kumulatif, layanan tersebut telah menjangkau 857.725 jiwa dengan total distribusi air bersih sebesar 14.109.231 liter. Angka ini menunjukkan bahwa kekeringan tidak hanya mengancam produktivitas pertanian, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat sehari-hari.

Sebaran regional

Penanganan tersebar di seluruh Indonesia, dengan konsentrasi terbesar di Pulau Jawa.

Wilayah Lokasi Ditangani
Jawa 1.291
Kalimantan 412
Sulawesi 199
Sumatera 124
Bali & Nusa Tenggara 99
Maluku 50
Papua 25

Di Jawa, penanganan mencakup penyediaan air bersih bagi 694.147 jiwa dan menjaga ketersediaan air untuk 28.582 hektare sawah.

Langkah ke depan

Kementerian PU menyatakan akan terus memantau ketersediaan air di wilayah yang masih terdampak dan memperkuat koordinasi dengan unit pelaksana teknis daerah. Optimalisasi sumber daya air dan infrastruktur menjadi prioritas untuk memastikan kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi selama periode kekeringan.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait