Hari Radio Nasional: Sejarah dan Peran RRI Sejak 11 September
Hari Radio Nasional
Awal penyiaran di Nusantara
Jejak penyiaran di Indonesia dimulai jauh sebelum kemerdekaan, yakni melalui Batavia Radio Vereniging (BRV) yang berdiri pada 16 Juni 1925. Seiring waktu, berbagai stasiun radio lain muncul pada masa Hindia Belanda dan melayani kebutuhan hiburan serta informasi bagi warga Eropa dan elite lokal.
Ketika Jepang menduduki Indonesia pada 1942, fungsi radio berubah menjadi alat propaganda. Sistem penyiaran berada di bawah pengawasan Hoso Kanri Kyoku dan diberlakukan pembatasan informasi.
Kelahiran RRI: 11 September 1945
Setelah kekalahan Jepang pada Agustus 1945, bekas pekerja Hoso Kyoku menyadari pentingnya media komunikasi bagi negara yang baru merdeka. Pada 11 September 1945, perwakilan delapan bekas stasiun berkumpul dengan pemerintah di Jakarta untuk membahas peran radio sebagai penghubung pemerintah dan masyarakat.
Dari pertemuan itu lahirlah Radio Republik Indonesia, dengan Abdulrahman Saleh ditetapkan sebagai pemimpin pertama. Kehadiran RRI mempercepat aliran informasi di tengah keterbatasan sarana komunikasi pada masa itu.
Peran strategis dalam masa revolusi
Pada masa awal kemerdekaan, radio memainkan peran strategis. Siaran RRI menyampaikan perkembangan politik, kondisi keamanan, dan kabar Proklamasi ke berbagai wilayah. Informasi penting seperti ancaman pasukan asing juga disebarkan melalui jaringan radio untuk meningkatkan kewaspadaan publik.
Selain menyampaikan berita, siaran radio menjadi alat membangun semangat persatuan dan kesadaran kolektif di tengah perjuangan mempertahankan kemerdekaan.
Perkembangan dan relevansi di era digital
Setelah masa perjuangan, RRI terus mengembangkan layanan penyiarannya: informasi, pendidikan, hiburan, dan pemberitaan. Seiring perubahan politik dan teknologi, RRI juga bertransformasi dengan memanfaatkan platform digital, tanpa meninggalkan layanan siaran radio tradisional.
Radio mempertahankan keunggulan menjangkau wilayah yang sulit mendapat akses internet dan berbagai lapisan masyarakat. Karakter inilah yang menjaga relevansi radio di era komunikasi modern.
Mengapa Hari Radio Nasional penting
Peringatan setiap 11 September bukan sekadar mengenang tanggal berdirinya RRI. Momentum ini mengingatkan kembali kontribusi radio dalam perjuangan kemerdekaan, penyebaran informasi, dan pemersatu bangsa.
- Menjaga fungsi informasi dan pendidikan publik
- Menyediakan layanan di wilayah terpencil
- Menguatkan nilai kebangsaan melalui siaran
Peringatan Hari Radio Nasional mendorong refleksi terhadap peran media penyiaran dan urgensi menjaga akses informasi bagi seluruh lapisan masyarakat di Indonesia.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...