Idrus: Prabowo Konsisten Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan
Jakarta, 10 September 2026 — Wakil Ketua Umum Partai Golongan Karya, Idrus Marham, menilai Presiden Prabowo Subianto berhasil menyatukan kekuatan politik yang berbeda untuk merawat persatuan bangsa. Penilaian itu disampaikan menanggapi seruan menjaga persahabatan antarpartai dan pentingnya merawat nilai-nilai kebangsaan.
Idrus nilai kepemimpinan konsisten
Idrus menyampaikan pengamatannya berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan Prabowo, termasuk saat kompetisi politik berlangsung pada 2014 dan pasca-penetapan hasil Pilpres 2024. Ia menekankan bahwa konsistensi adalah ciri kepemimpinan Presiden.
"Saya mempelajari betul bagaimana Pak Prabowo sebagai seorang pemimpin. Oleh karena itu, beliau adalah pemimpin yang sangat konsisten," kata Idrus saat ditemui di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Idrus, pidato awal Presiden pada 2024 menegaskan kembali pentingnya kesadaran berbangsa dan berideologi. Ia menyebut bahwa dasar pemersatu adalah nilai-nilai dan falsafah Pancasila.
Safari politik merangkul rival
Idrus memaparkan langkah nyata yang dilakukan Presiden untuk menyatukan elemen politik. Salah satunya adalah serangkaian safari politik yang mengundang tokoh-tokoh dari partai berbeda.
Ia mencontohkan kunjungan Presiden ke beberapa tokoh, termasuk Surya Paloh, Muhaimin, dan Megawati. Tujuannya, menurut Idrus, adalah membuka ruang dialog dan mengajak pihak-pihak yang sempat berkompetisi untuk bersama-sama membangun pemerintahan.
Pesan menjaga persahabatan politik
Keterangan Idrus merespons permintaan Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono, agar seluruh kekuatan politik tetap menjaga persahabatan. Agus mengingatkan agar perbedaan warna politik disikapi secara dewasa dalam suasana demokrasi.
"Kami percaya pemerintah akan semakin kuat jika mendapatkan dukungan rakyat. Terlebih yang menjaga dialog dan terus mendengarkan aspirasi masyarakat," ujar Agus.
Idrus menekankan bahwa kompetisi politik boleh berlangsung dinamis, asalkan tidak berubah menjadi permusuhan yang merusak tatanan kebangsaan.
Dampak pada stabilitas pemerintahan
Menurut pengamatan Idrus, langkah merangkul lawan politik berpeluang memperkuat daya tahan pemerintahan. Penguatan itu lahir dari penyerapan aspirasi lintas partai yang kemudian dijadikan dasar kebijakan bersama.
Dengan upaya merawat persahabatan antarpartai, Idrus berharap iklim politik tetap kondusif sehingga fokus pembangunan nasional tidak terganggu oleh konflik berkepanjangan.
Langkah-langkah tersebut menjadi indikasi upaya menjaga kesatuan tanpa menghapus dinamika politik, sambil menegaskan kembali peran Pancasila sebagai landasan bersama.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...