BNPB Perkuat Perlindungan Disabilitas dalam Penanganan Bencana
BNPB memperkuat perlindungan kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas, dalam penanganan bencana melalui kebijakan dan layanan khusus. Kebijakan itu diberlakukan agar kebutuhan penyandang disabilitas, perempuan, dan lanjut usia menjadi bagian wajib dalam setiap tahapan penanggulangan bencana.
Kebijakan dan regulasi
Plt Deputi Bidang Pencegahan BNPB, Pangarso Suryotomo, menyatakan kebijakan perlindungan disabilitas telah diterapkan sejak 2014 melalui regulasi internal BNPB. Aturan tersebut mengatur penanganan, perlindungan, dan partisipasi penyandang disabilitas secara terpadu dalam penanggulangan bencana.
Selain itu, BNPB memperkuat pengarusutamaan gender melalui Peraturan Kepala BNPB Nomor 2 Tahun 2016. Peraturan ini menjadi landasan agar respons bencana memperhatikan kebutuhan perempuan, laki-laki, dan kelompok rentan secara lebih menyeluruh.
Implementasi Unit Layanan Disabilitas (ULD)
Hingga kini, pembentukan Unit Layanan Disabilitas (ULD) baru berjalan di lima provinsi. Kelima provinsi itu adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Bali.
BNPB mendorong pembentukan ULD oleh pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga, maupun organisasi penyandang disabilitas sesuai kebutuhan tiap daerah. Pelayanan ini dirancang mencakup penanganan, perlindungan, dan partisipasi penyandang disabilitas dalam semua aktivitas kebencanaan.
Upaya memperluas layanan dan tantangan
BNPB menyatakan akan mengajak mitra untuk memperluas pengarusutamaan gender dan pendirian layanan disabilitas di wilayah Kalimantan. Langkah ini bertujuan agar akses layanan inklusif tidak hanya terpusat di pulau-pulau tertentu.
BNPB juga menegaskan bahwa dampak bencana tidak hanya mempengaruhi orang yang sudah memiliki disabilitas. Bencana berpotensi menyebabkan munculnya disabilitas baru di masyarakat, sehingga kebutuhan layanan inklusif harus diperhitungkan sejak tahap pencegahan hingga pemulihan.
"Kami sudah memiliki aturan terkait perlindungan dan partisipasi disabilitas dalam penyelenggaraan bencana sejak tahun 2014 tersebut. Kebijakan itu terus kami kuatkan agar kebutuhan penyandang disabilitas semakin terakomodasi dalam penanggulangan bencana di daerah nasional,"
Penguatan kebijakan dan perluasan ULD menjadi langkah strategis untuk memastikan respons bencana lebih adil dan ramah bagi semua kelompok. Ke depan, monitoring pelaksanaan di tingkat daerah dan kolaborasi lintas sektor akan menentukan efektifitas perlindungan tersebut.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...