Poppy Tiendas: Penyiar Perempuan Legendaris RRI
Poppy Tiendas adalah penyiar perempuan yang memulai karier di RRI Jakarta pada Juli 1966 dan kemudian berkiprah di TVRI hingga pensiun pada 1994. Ia dikenal karena suara dan perannya dalam era ketika radio menjadi sumber utama informasi dan hiburan. Karier Poppy mencakup posisi kepemimpinan di RRI serta prestasi vokal nasional.
Karier di RRI dan TVRI
Poppy mulai bertugas di RRI Jakarta pada Juli 1966. Selama puluhan tahun, ia menjadi salah satu suara yang lekat di telinga pendengar radio pada masanya. Perjalanan kariernya kemudian meluas ke bidang manajerial dan televisi.
Rangkaian karier Poppy dapat dirangkum sebagai berikut:
- Juli 1966 – Memulai karier sebagai penyiar di RRI Jakarta.
- 1981 – Diangkat menjadi Kepala Subdivisi Siaran Nontradisional RRI.
- Agustus 1982 – Ditempatkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI).
- 1986 – Bergabung dengan bagian redaksi TVRI.
- 1994 – Memasuki masa pensiun.
Prestasi dan keahlian vokal
Selain kiprah sebagai penyiar dan pengelola siaran, Poppy juga memiliki latar belakang musik. Ia tercatat sebagai pemenang Bintang Radio 1967 untuk kategori seriosa. Prestasi ini menunjukkan kemampuan vokalnya yang diakui pada tingkat nasional.
Kemenangan dalam ajang tersebut memperkuat posisi Poppy bukan hanya sebagai pembawa acara, tetapi juga sebagai penyanyi yang terlatih dan dihargai oleh publik serta kalangan penyiaran.
Peran bagi penyiar perempuan
Karier Poppy menjadi bagian penting dari sejarah penyiar perempuan di Indonesia. Pada era ketika peran perempuan dalam media masih terbatas, dirinya menunjukkan bahwa penyiar wanita bisa menempati posisi strategis dan berpengaruh.
Dengan menduduki jabatan kepemimpinan di RRI dan kemudian beralih ke TVRI, Poppy membuka contoh jalan bagi generasi penyiar perempuan berikutnya untuk berkembang ke berbagai fungsi dalam industri penyiaran.
Warisan dan pengaruh
Nama Poppy Tiendas tetap tercatat dalam sejarah penyiaran Indonesia. Kiprahnya di RRI dan TVRI merefleksikan perjalanan media siaran pada masa transisi dari dominasi radio ke pertumbuhan televisi.
Meski telah pensiun, kontribusi Poppy — baik lewat suara maupun peran manajerialnya — menjadi bagian dari narasi bagaimana penyiar perempuan turut membentuk wajah media penyiaran nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Siapkan Pusat Rehabilitasi untuk Warga Binaan Narkotika
Pemerintah siapkan pusat rehabilitasi dan reedukasi bagi warga binaan pengguna narkotika untuk atasi overkap...
BMKG Waspadai Hujan Lebat, Petir, Angin Kencang 5-8 Okt
BMKG keluarkan peringatan dini hujan lebat, petir, dan angin kencang pada 5-8 Oktober 2026; waspadai empat w...
Prabowo Pimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap
Presiden Prabowo memimpin Parade HUT ke-81 TNI di Mabes Cilangkap, 5 Oktober 2026; melibatkan 3.378 personel...
HUT TNI ke-81: DPR Dorong Modernisasi Hadapi Perang Modern
DPR mendesak modernisasi alutsista dan peningkatan pelatihan TNI menjelang HUT ke-81, seiring anggaran 2027...
Dua Induk Badak Sumatera Bunting di Way Kambas, Harapan Konservasi
Dua induk badak sumatera, Ratu dan Delilah, dinyatakan bunting di Suaka Rhino Sumatra Way Kambas; pemantauan...
Prabowo Minta Bakom Gunakan Bahasa Sederhana dan Dengarkan Rakyat
Presiden Prabowo minta Bakom gunakan bahasa sederhana, jelaskan alasan kebijakan, dan dengarkan masukan masy...