Lokal

PTKU MUI Sumut: Studium General 'Islam Dulu, Kini, Masa Depan'

Bagikan:
Suasana Studium General PTKU MUI Sumut dengan narasumber dan peserta

MEDAN — Pendidikan Tinggi Kader Ulama (PTKU) Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sumatera Utara menggelar Studium General bertema Islam Dulu, Kini, dan Masa Depan belum lama ini di Aula MUI Sumatera Utara. Acara menghadirkan H. Muhammad Ichsan Hakim Batubara sebagai narasumber dan dimoderatori Prof. Dr. Arifinsyah. Kegiatan juga disiarkan secara langsung melalui live streaming.

Acara dan narasumber

Studium General berlangsung dengan format presentasi dan tanya jawab. Pembicara memaparkan perkembangan wacana keislaman dari perspektif historis hingga tantangan kontemporer. Moderator mengarahkan diskusi agar fokus pada peran kader ulama dalam masyarakat modern.

Misi pendidikan PTKU

Direktur PTKU MUI Sumatera Utara, Prof. Dr. Hasan Bakti Nasution, menegaskan tujuan lembaga dalam pembentukan kader keagamaan. Ia menyatakan bahwa pendidikan diarahkan pada tiga peran utama ulama yang diharapkan muncul dari PTKU.

“PTKU memiliki misi mencetak kader yang menjadi ahli agama, pembela agama, dan pengamal agama. Ketiga aspek tersebut menjadi landasan dalam proses pendidikan yang dijalankan di PTKU,”

Penekanan pada kombinasi keilmuan dan praktik keagamaan menjadi dasar kurikulum dan metode pengajaran di PTKU, menurut penjelasan tersebut.

Harapan terkait penguasaan kitab turats

Ketua Umum MUI Sumatera Utara, Dr. H. Maratua Simanjuntak, menyoroti pentingnya penguasaan ilmu-ilmu keislaman klasik sebagai modal utama. Ia menekankan perlunya kemampuan membaca, memahami, dan menjelaskan teks-teks tradisi keagamaan.

“Mahasiswa PTKU harus mampu memahami dan menjelaskan kitab-kitab turats sehingga dapat memberikan pencerahan dan bimbingan kepada umat berdasarkan khazanah keilmuan Islam,”

Menurutnya, penguasaan turats bukan sekadar akademis tetapi menjadi alat untuk memberi bimbingan yang relevan bagi masyarakat.

Wawasan kontemporer dan tantangan dakwah

Dalam materi berjudul Islam Dulu, Kini, dan Masa Depan, H. Muhammad Ichsan Hakim Batubara mengajak peserta melihat hubungan antara tradisi ilmiah dan dinamika zaman. Ia menyoroti kebutuhan kader ulama untuk peka terhadap isu-isu modern, tanpa mengabaikan dasar-dasar keilmuan.

“Mahasiswa PTKU diharapkan mampu mengenali isu-isu keislaman yang berkembang dan mengembangkan dakwah Islam dengan wawasan yang luas, sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan dunia dan orientasi akhirat,”

Dia menekankan bahwa ulama masa depan perlu menawarkan solusi yang relevan dan kontekstual bagi masyarakat.

Peserta dan implikasi

Studium General dihadiri mahasiswa PTKU, dosen, pengurus MUI Sumatera Utara, dan sejumlah undangan. Diskusi ini menegaskan arah pendidikan PTKU: menggabungkan penguasaan turats dengan pemahaman isu kontemporer agar kader ulama siap berperan dalam kehidupan sosial-keagamaan.

Langkah selanjutnya adalah mengimplementasikan rekomendasi acara ke dalam kurikulum dan program pembinaan agar lulusan mampu menjawab tantangan keagamaan di masa mendatang.

Sarah Kurniawati
Penulis
Sarah Kurniawati

Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.

Berita Terkait