Nasional

Tiga Program Flagship Perkuat Ekonomi Kreatif Nasional

Bagikan:
Ilustrasi program ekonomi kreatif: desa kreatif, creative hub, dan pembaruan KBLI 2025

Pemerintah menyiapkan tiga program flagship untuk memperkuat sektor ekonomi kreatif nasional. Ketiga program itu adalah Aktivasi Desa Kreatif, Creative Hub, dan Creative by Indonesia. Rencana ini diproyeksikan menjadi program andalan kementerian pada 2027 dan diarahkan mulai berjalan pada semester kedua 2026. Pengumuman disampaikan oleh Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya di Jakarta pada 29 Juni 2026.

Tiga program flagship dan target waktu

Rencana tiga program diluncurkan setelah koordinasi antar kementerian, asosiasi, DPR, dan pemangku kepentingan terkait. Pemerintah menargetkan program ini siap menjadi flagship kementerian pada 2027. Pelaksanaan awal diupayakan bergulir pada paruh kedua 2026 untuk persiapan dan pilot project.

Aktivasi Desa Kreatif

Program pertama berfokus pada Aktivasi Desa Kreatif, yakni mengaktifkan kembali desa-desa kreatif yang sudah dibina. Menurut menteri, pemerintah tidak akan membangun desa baru, melainkan mengoptimalkan potensi yang sudah ada. Pendekatan ini memanfaatkan pembinaan dari pemerintah daerah dan asosiasi setempat agar efisien dan responsif.

"Jadi bukan membangun desa kreatif, tetapi mengaktivasi yang sudah ada, yang sudah dibina pemda, sudah dibina asosiasi," ujar Riefky di Jakarta, Senin, 29 Juni 2026.

Creative Hub dan Creative by Indonesia

Program kedua dan ketiga, Creative Hub dan Creative by Indonesia, bertujuan menguatkan pusat-pusat kreatif yang sudah ada. Keduanya juga fokus mengkurasi pelaku ekonomi kreatif dari tingkat lokal agar mampu menembus pasar internasional. Pemerintah menilai bantuan kelembagaan dan diplomasi penting untuk mendukung akses global para pelaku kreatif.

"Bantuan pemerintah dan penguatan kelembagaan termasuk diplomasi Ekraf mengantarkan mereka ke kancah internasional itu sangat penting," kata Riefky.

Pembaruan KBLI 2025 dan Sensus Ekonomi 2026

Kepala Badan Pusat Statistik, Amalia Adininggar Widyasanti, menyatakan BPS telah memperbarui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025. Pembaruan ini memberi kode dan definisi yang lebih jelas untuk berbagai profesi baru di sektor ekonomi kreatif. Kejelasan kode diharapkan memudahkan perumusan dan pengukuran kebijakan.

"Yang dulu sulit mendapatkan definisi dan nomor kode KBLI untuk kegiatan ekonomi kreatif, sekarang punya tempatnya secara eksplisit dan jelas," ujar Amalia.

Amalia juga mengingatkan bahwa BPS akan melakukan Sensus Ekonomi 2026 pada Juni hingga Agustus 2026. Ia menegaskan seluruh data responden akan dirahasiakan sesuai Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi dan Undang-Undang Statistik.

"Jangan khawatir Bapak dan Ibu, kerahasiaan data yang Bapak, Ibu berikan akan kami jaga dengan baik," kata Amalia.

Dampak dan prospek ke depan

Implementasi tiga program flagship diharapkan memperkuat ekosistem kreatif, mempercepat akses pasar internasional, dan memperjelas basis data sektoral. Dengan KBLI yang diperbarui, intervensi kebijakan bisa lebih tepat sasaran. Ke depan, evaluasi terhadap pilot program pada semester kedua 2026 akan menentukan skala dan perluasan program ke daerah lain.

Andika Nugraha
Penulis
Andika Nugraha

Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.

Berita Terkait