Indonesia Melangkah Jadi Lumbung Beras Dunia Usai Swasembada
Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyatakan Indonesia mencapai swasembada beras pada akhir 2025 dan kini menargetkan menjadi lumbung beras dunia. Pernyataan itu disampaikan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman dalam Sarasehan Kebangsaan pada 29 Juni 2026, setelah Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat di atas lima juta ton.
Cadangan besar dan angka produksi
Menurut Bapanas, stok CBP saat ini berada pada posisi tertinggi sepanjang sejarah Republik. Kenaikan stok dipicu penyerapan produksi dalam negeri dan surplus yang terbentuk pada awal 2026.
| Komponen | Jumlah (ton) |
|---|---|
| Stok CBP saat ini | 5.17 juta |
| Penyerapan produksi domestik | 3.28 juta |
| Proyeksi produksi beras 2026 (s.d. Juni) | 19.2 juta |
| Kebutuhan konsumsi | 15.48 juta |
| Surplus | 3.72 juta |
| Penyaluran bantuan Feb-Juni (CBP) | 651.4 ribu |
| Keluarga penerima Feb-Juni | 32.57 juta (97.97% target) |
| Rencana penyaluran Juli (3 bulan) | 997.3 ribu |
| Perkiraan total penyaluran CBP 2026 | ~1.6 juta |
| Penjualan SPHP s.d. 29 Juni | 393.4 ribu |
Strategi penyaluran dan stabilisasi harga
Pemerintah menggunakan surplus untuk memperkuat CBP menjelang musim kemarau. Selain itu, ada program penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menjaga stabilitas harga.
- Penyewaan gudang tambahan karena kapasitas Bulog terlampaui.
- Penyaluran bantuan beras kepada keluarga penerima manfaat.
- Penjualan beras medium di bawah Harga Eceran Tertinggi melalui SPHP.
Seruan kolaborasi dan target jangka panjang
Andi Amran menekankan pentingnya kolaborasi antar institusi dan pelaku pertanian agar capaian ini berkelanjutan. Ia memandang kerja sama sebagai kunci untuk menjadikan Indonesia kekuatan pangan dunia.
"Di akhir 2025 Indonesia mencapai swasembada beras dan pangan sempurna. Tidak ada impor dan stok tertinggi selama Republik ini berdiri,"
Presiden juga menyambut target tersebut dan meminta agar keberhasilan dibangun menjadi sistem berkelanjutan. Pernyataan kepala negara menegaskan ambisi lebih dari sekadar swasembada.
"Saya kira tidak lama lagi kita bisa jadi lumbung padi dunia. Ini tidak boleh hanya satu atau dua tahun, tetapi harus menjadi sistem yang berkelanjutan,"
Dengan stok CBP yang kuat dan surplus produksi, tantangan berikutnya adalah menjaga kesinambungan pasokan, memperbaiki tata niaga, dan menjamin harga tetap terjangkau. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada implementasi kebijakan, pengelolaan cadangan, dan sinergi antara pemerintah, petani, serta pelaku usaha.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Pemerintah Setujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Disahkan
Pemerintah menyetujui RUU Pelindungan Ketenagakerjaan disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DP...
BGN Uji Sistem Prasmanan MBG di Kelas, Makanan Disajikan Hangat
BGN uji coba penyajian MBG secara prasmanan di kelas sejak 5 Oktober 2026 untuk menjaga makanan hangat dan m...
Airlangga Sebut Keunggulan Maung MV3 Garuda Limousine
Airlangga nilai Maung MV3 Garuda Limousine nyaman dengan kursi reclining, interior mewah, dan teknologi seta...
Hari Cerebral Palsy Sedunia 2026: Tema 'Unique and United' dan Sejarahnya
Hari Cerebral Palsy Sedunia diperingati 6 Oktober 2026 dengan tema Unique and United untuk dorong inklusi da...
MenPPPA Dorong Perlindungan Perempuan dalam RUU Ketenagakerjaan
MenPPPA Arifah Fauzi dorong penguatan perlindungan perempuan dan anak dalam RUU Ketenagakerjaan untuk cegah...
Pendaftar TKA 2026 Naik Hampir 10%, Capai 4,2 Juta
Pendaftar TKA 2026 naik hampir 10% menjadi 4,2 juta; 3,86 juta menyelesaikan pendaftaran. Tes digelar 26 Okt...