LPI Desak Evaluasi Program Prioritas: MBG, Sekolah Rakyat, Kopdes
Lingkar Pemuda Indonesia (LPI) mendesak evaluasi menyeluruh atas pelaksanaan sejumlah program prioritas pemerintah, termasuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Program Sekolah Rakyat, dan pelatihan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (Kopdes). Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 29 Juni 2026, dengan alasan tata kelola yang dinilai tidak sesuai arahan Presiden dan rawan penyalahgunaan anggaran.
Sorotan utama: transparansi dan akuntabilitas
LPI menilai setiap alokasi anggaran untuk program strategis adalah amanah publik yang harus dikelola profesional. Organisasi itu menekankan perlunya keterbukaan dalam proses pengadaan dan pelaporan keuangan.
"Kami memandang bahwa setiap rupiah uang negara adalah amanah rakyat yang tidak boleh dikhianati dengan budaya korupsi. Anggaran negara yang dialokasikan untuk program strategis harus dikelola secara transparan dan akuntabel sesuai arahan Presiden,"
Desakan investigasi untuk Program Makan Bergizi Gratis
Terkait MBG, LPI meminta aparat penegak hukum melakukan penelusuran terhadap dugaan penyimpangan dalam tata kelola program. Organisasi itu menilai dugaan praktik korupsi dapat merusak tujuan program yang seharusnya meningkatkan gizi anak-anak.
"Kami mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan korupsi dalam tata kelola MBG tanpa pandang bulu. Jangan biarkan program yang bertujuan menyehatkan anak bangsa dinodai oleh praktik pemburu rente,"
Audit Sekolah Rakyat dan kejelasan pembayaran
LPI meminta audit investigatif pada Program Sekolah Rakyat. Isu yang perlu diklarifikasi meliputi dugaan markup anggaran dan mekanisme pembayaran kepada pihak ketiga.
"Kami menuntut transparansi dalam proses pengadaan barang dan jasa. Pendidikan harus menjadi pilar peradaban, bukan ladang bancakan fee kontraktor,"
Kematian peserta pelatihan Kopdes dan tinjauan metode
Organisasi itu juga menyoroti meninggalnya sejumlah peserta pelatihan calon manajer Kopdes Merah Putih yang mengikuti pelatihan dasar kemiliteran. LPI meminta evaluasi metode pelatihan agar lebih relevan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi, yakni kompetensi manajerial dan ekonomi.
"Kami menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya peserta pelatihan calon manajer Koperasi Desa. Kami mendesak pemerintah meninjau ulang pola pelatihan karena koperasi membutuhkan manajer yang memiliki kompetensi manajerial dan ekonomi,"
Tuntutan dan dukungan bersyarat
LPI merangkum tuntutannya dalam beberapa poin yang tegas. Organisasi itu menegaskan tetap mendukung program yang benar-benar memberi manfaat, namun menuntut perbaikan tata kelola agar tepat sasaran.
- Audit investigatif untuk program strategis
- Penelusuran dugaan korupsi oleh aparat penegak hukum
- Perbaikan metode pelatihan Kopdes agar berbasis kompetensi
- Pemberlakuan sanksi tegas bagi pelaku penyalahgunaan anggaran
Dengan tuntutan itu, LPI mendesak pemerintah melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola program prioritas nasional agar anggaran negara memberi manfaat nyata bagi masyarakat kecil.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
ADKASI Apresiasi HPP Gabah Rp6.500, Petani Dapat Manfaat
ADKASI memuji kebijakan HPP gabah Rp6.500/kg dan penyederhanaan distribusi pupuk yang dinilai meningkatkan p...
Panitia HUT RI Bagikan Hadiah untuk 300 Pemenang Polling Logo
Panitia HUT ke-81 memberikan hadiah kepada 300 pemenang polling logo, termasuk undangan Istana, suvenir, dan...
Indonesia Tawarkan Ekspor Beras 10 Ribu Ton ke Singapura
Indonesia menawarkan ekspor minimal 10 ribu ton beras ke Singapura, didukung stok nasional 5,1 juta ton dan...
Wapres Ajak Santri Siap Hadapi Bonus Demografi
Wapres Gibran ajak santri perkuat karakter dan keterampilan wirausaha untuk manfaatkan puncak bonus demograf...
30% Peserta Magang Nasional Diangkat Jadi Pegawai Tetap, Gelombang II Dibuka
Seskab Teddy: 30% peserta magang gelombang pertama diangkat jadi pegawai tetap; gelombang kedua dibuka untuk...
RUU Kawasan Industri: Disusun untuk Lindungi Investasi
Ketua Komisi VII Saleh Partaonan Daulay menegaskan RUU Kawasan Industri disusun untuk memberi kepastian huku...