Presiden Persita Bertanggung Jawab Usai Finis 10 Besar Super League 2025/26
Presiden Persita, Ahmed Zaki Iskandar, menyatakan bertanggung jawab atas hasil musim Super League 2025/2026 setelah tim menutup kompetisi di posisi ke-10 dengan 45 poin. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari evaluasi menyeluruh tim pada Selasa, 26 Mei 2026.
Evaluasi dan pengakuan kondisi
Ahmed membuka pernyataannya dengan penghargaan kepada suporter yang tetap setia. Ia juga mengakui ada kegagalan menjaga konsistensi permainan pada putaran kedua musim ini.
"Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh suporter Persita Fans yang tetap setia berdiri di belakang tim dalam suka maupun duka musim ini. Dukungan kalian di Indomilk Arena adalah nyawa bagi klub ini,"
Ia menambahkan bahwa klub sempat berada di posisi terbaik pada paruh pertama, namun mengalami penurunan performa terutama pada sembilan pertandingan terakhir. Karena itu, manajemen memilih jalan evaluasi mendalam terhadap semua aspek.
Penanggungjawaban dan langkah konkret
Ahmed menegaskan dirinya bertanggung jawab penuh atas hasil musim dan menjanjikan pembenahan cepat. Evaluasi akan mencakup penilaian kontribusi pemain dan aspek teknis secara objektif untuk menentukan komposisi skuad yang lebih kompeten.
"Kami memahami kekecewaan kalian Persita Fans, dan sebagai Presiden Klub, saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini,"
Ia menyebutkan bahwa proses pembenahan akan dilakukan secara cepat dan terukur agar Persita kembali kompetitif.
Perhatian pada pengembangan pemain muda
Meski beberapa talenta muda menunjukkan potensi, Ahmed menilai transisi mereka ke tim utama perlu pendampingan lebih matang. Klub akan memperkuat program pembinaan agar pemain muda siap secara teknis dan mental.
- Evaluasi peran dan kontribusi pemain senior dan muda
- Peningkatan pendampingan untuk transisi ke skuad utama
- Fokus pada pembangunan mentalitas pemenang
Ringkasan hasil musim
| Kompetisi | Posisi Akhir | Poin |
|---|---|---|
| Super League 2025/2026 | 10 | 45 |
Harapan ke depan
Ahmed menutup pernyataannya dengan harapan agar semua pihak terus memberi dukungan. Ia percaya sinergi antara manajemen, pemain, dan suporter menjadi kunci bagi kebangkitan Pendekar Cisadane di musim depan.
"Perjalanan di musim depan tentu tidak mudah. Namun dengan sinergi antara manajemen, pemain, dan suporter, saya yakin Pendekar Cisadane akan bangkit lebih kuat,"
Manajemen kini fokus menyusun strategi rekonstruksi skuad untuk kembali bersaing di papan atas sepak bola nasional.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Atletico Madrid Bidik Gabriel Martinelli di Bursa Musim Panas 2026
Atletico Madrid dikabarkan mengincar Gabriel Martinelli pada bursa musim panas 2026; Arsenal siap melepas ji...
FIFA Umumkan Dream XI Piala Dunia 2026 Hasil Voting Penggemar
FIFA mengumumkan Dream XI Piala Dunia 2026 hasil voting penggemar global, menampilkan 11 pemain paling impre...
Guardiola Minta Gaji Tinggi, Italia Mulai Cari Pelatih Alternatif
Guardiola dikabarkan minta 20 miliar euro per tahun; Federasi Italia tawarkan setengahnya dan mulai mencari...
Milos Joksic Latih Garudayaksa FC, Disiplin Jadi Fokus
Milos Joksic ditunjuk melatih Garudayaksa FC untuk ISL 2026/27; fokus pada disiplin setelah promosi lewat ge...
Tiga Negara Bersejarah Bidik Kebangkitan Menuju Piala Dunia 2030
Per 23 Juli 2026, tiga negara sepak bola bersejarah termasuk Italia dan Spanyol bertekad bangkit demi tiket...
Giannis Siap Pimpin Yunani di Kualifikasi Piala Dunia FIBA 2026
Giannis Antetokounmpo siap membela Yunani di kualifikasi Piala Dunia FIBA 2026, namun terkendala besarnya bi...