Prabowo Instruksikan BRIN Perkuat Riset untuk Cegah Narkotika pada Generasi Muda
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pencegahan penyalahgunaan narkotika bagi generasi penerus menjadi prioritas pemerintah. Pernyataan itu disampaikan melalui arahan dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 29 September 2026. Kepala Negara meminta seluruh kementerian/lembaga mendukung upaya pencegahan, termasuk mendorong riset dan inovasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Instruksi Presiden dalam rapat terbatas
Dalam ratas, Presiden menekankan pentingnya tindakan pencegahan sejak dini. Arahan itu muncul sebagai respons atas meningkatnya penyalahgunaan narkotika di kalangan generasi muda. Pemerintah meminta langkah terpadu lintas kementerian agar penanganan lebih cepat dan terukur.
Peran BRIN menurut Kepala BRIN
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan Presiden memberi mandat khusus kepada lembaganya. BRIN diminta mengembangkan riset yang mendukung pencegahan, deteksi, dan rehabilitasi. Pernyataan itu disampaikan Arif usai mengikuti ratas di Kompleks Istana Kepresidenan.
"Yang jelas tadi Bapak Presiden punya komitmen yang sangat-sangat kuat, untuk menyelamatkan generasi masa depan,"
Agenda riset dan inovasi
Arif Satria merinci beberapa fokus riset yang diminta Presiden. BRIN diarahkan memperkuat metode rehabilitasi dan mengembangkan alat deteksi yang murah. Tujuannya agar deteksi dini bisa diterapkan lebih luas di lingkungan pendidikan dan komunitas.
- Pengembangan metode rehabilitasi yang efektif dan mudah diakses.
- Peningkatan jumlah dan kualitas pusat rehabilitasi.
- Riset alat deteksi dini yang terjangkau untuk pencegahan.
"Kita diminta untuk memperkuat riset dan inovasi ya, berkaitan dengan soal upaya-upaya untuk menyelamatkan generasi ke depan itu. Termasuk di dalamnya adalah bagaimana memperkuat dan meningkatkan kualitas dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi, bagaimana metodenya, dan sebagainya,"
"Kita juga diminta untuk melakukan kajian berkaitan dengan alat-alat deteksi yang murah, yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pencegahan,"
Dampak dan langkah ke depan
Instruksi Presiden menandai langkah pemerintah untuk menggabungkan kebijakan publik dan penelitian ilmiah. BRIN akan menjadi motor pengembangan solusi teknis untuk pencegahan dan rehabilitasi. Diharapkan, hasil riset nantinya dapat diadopsi oleh kementerian terkait dan lembaga layanan kesehatan.
Ke depan, kerja lintas sektor dan alokasi sumber daya menjadi kunci implementasi. Langkah ini dianggap penting untuk menekan angka penyalahgunaan narkotika di kelompok muda dan menjaga kualitas generasi penerus.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Indonesia Raih 9 Medali di WorldSkills Shanghai 2026
Indonesia meraih sembilan medali di WorldSkills Shanghai 2026: 1 perak, 2 perunggu, dan 6 Medal of Excellenc...
Presiden Instruksikan Transformasi Layanan Publik Digital
Presiden Prabowo perintahkan percepat transformasi layanan publik digital agar lebih cepat, pasti, dan mudah...
Mengapa Indonesia Sering Gempa? Penjelasan Peneliti BRIN
BRIN: Indonesia sering gempa karena pertemuan tiga lempeng tektonik; BMKG catat magnitudo 4,8 di Mbay, NTT p...
BAPPISUS Tindaklanjuti Temuan Ombudsman di Lapas Cibinong
BAPPISUS akan menindaklanjuti temuan Ombudsman di Lapas Cibinong dan berkoordinasi untuk melengkapi data; ha...
DPR Bahas RUU Pemilu dengan Parpol Non-Parlemen Pekan Ini
DPR akan bertemu partai non-parlemen pada 2 Oktober 2026 untuk membahas RUU Pemilu, terutama soal ambang bat...
APBN 2027: Pendidikan Rp824 T dan Bansos Rp539,7 T Jadi Prioritas
Pemerintah mengalokasikan Rp824 triliun untuk pendidikan dan Rp539,7 triliun untuk perlindungan sosial dalam...