Olahraga

Sepi Wisatawan: Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Pariwisata AS

Bagikan:
Kota tuan rumah Piala Dunia 2026 tampak relatif sepi turis dan suporter

Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko hingga kini belum memicu lonjakan wisatawan internasional seperti yang diprediksi. Penurunan kunjungan terlihat di kota-kota tuan rumah sejak pembukaan turnamen, sehingga sejumlah hotel dan maskapai menyesuaikan tarif dan kapasitas mereka.

Penurunan kunjungan dan dampaknya

Para pelaku industri menyatakan jumlah suporter asing yang tiba lebih rendah dari ekspektasi. Akibatnya, tingkat keterisian hotel turun dan beberapa hotel menerapkan promo untuk mempertahankan okupansi. Sektor transportasi udara juga melaporkan perlambatan pemesanan tiket internasional.

Permintaan yang melemah ini berpengaruh pada pendapatan lokal yang semula diharapkan melonjak selama penyelenggaraan turnamen. Pelaku pariwisata kini menghadapi realitas yang berbeda dari proyeksi awal penyelenggara.

Faktor biaya dan administrasi

Salah satu penyebab utama adalah tingginya biaya perjalanan. Kenaikan harga penerbangan dan harga tiket pertandingan mendorong calon penonton menimbang ulang rencana perjalanan. Selain itu, proses administrasi lintas negara dan kebutuhan visa menambah kerumitan dan biaya.

Beberapa penggemar memilih menonton pertandingan dari negara atau kota alternatif yang lebih murah, atau menunda pembelian sampai ada kepastian lawan yang akan dihadapi tim favorit mereka.

Revisi proyeksi sektor perhotelan

Asosiasi hotel di New York merevisi proyeksi pendapatan terkait turnamen. Laporan menyebut estimasi pemasukan sektor perhotelan turun sekitar enam puluh persen dibandingkan target awal yang ditetapkan sebelum event berlangsung.

Perusahaan perjalanan olahraga mewah juga mencatat penundaan keputusan keberangkatan dari sebagian penggemar, yang menunggu jadwal pasti sebelum memesan paket perjalanan.

Kutipan dari pelaku industri

"Secara keseluruhan kondisi ini cukup mengecewakan bagi pelaku industri yang sebelumnya menaruh harapan sangat besar. Perkembangan yang terjadi hingga saat ini belum menunjukkan dampak ekonomi sesuai proyeksi awal penyelenggara,"

— Vijay Dandapani, CEO Hotel Association of New York City, dalam keterangan pers, Sabtu, 13 Juni 2026.

"Kami melihat sebagian penggemar memilih menonton seluruh pertandingan dari lokasi lain dengan biaya lebih rendah. Pengeluaran untuk perjalanan, hotel, tiket pertandingan, dan transportasi dianggap terlalu tinggi bagi sebagian pendukung,"

— Andy Milne, penulis buku sepak bola.

Prospek dan implikasi

Wisatawan domestik belum mampu sepenuhnya menutup kekurangan kunjungan luar negeri. Popularitas sepak bola yang masih di bawah beberapa olahraga utama turut membatasi lonjakan penonton lokal. Kondisi ini memunculkan pertanyaan tentang efektivitas model ekonomi yang sangat bergantung pada wisatawan internasional.

Pelaku industri berharap antusiasme suporter meningkat seiring bergulirnya fase-fase penting turnamen. Namun, pemantauan lebih lanjut diperlukan untuk menilai apakah perbaikan permintaan akan terjadi pada tahap akhir kompetisi.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait