Olahraga

CdM Tinjau Pelatnas Cipayung, Pastikan Persiapan Bulutangkis Asian Games

Bagikan:
Todotua Pasaribu meninjau fasilitas Pelatnas Cipayung untuk persiapan bulutangkis Asian Games

Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026, Todotua Pasaribu, meninjau Pelatnas Cipayung pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kunjungan bertujuan memastikan persiapan tim bulutangkis berjalan optimal, termasuk fasilitas dan dukungan nonteknis menjelang kompetisi.

Kunjungan lapangan dan dialog dengan tim

Dalam kunjungan tersebut, Todotua berdialog langsung dengan pengurus, pelatih, dan atlet. Ia meninjau fasilitas utama yang menjadi penunjang program latihan sehari-hari.

"Hari ini saya datang ke cabang olahraga bulutangkis. Saya diterima pengurus, pelatih, dan para atlet,"

"Saya juga melihat asrama, pusat kebugaran, dan fasilitas fisioterapi. Pembinaan dan fasilitas di sini sangat lengkap."

Temuan lapangan menunjukkan adanya fasilitas yang komprehensif untuk mendukung kebugaran dan pemulihan atlet.

  • Asrama atlet untuk kenyamanan tinggal dan pemulihan.
  • Pusat kebugaran lengkap untuk program strength and conditioning.
  • Fisioterapi dan layanan medis untuk pemulihan cedera.

Fokus pada kebutuhan nonteknis

Todotua menekankan bahwa tim CdM juga mengevaluasi seluruh kebutuhan nonteknis. Tujuannya agar atlet tidak terbebani soal logistik, akomodasi, atau administrasi saat berlaga di Nagoya.

"Kami mengecek seluruh kebutuhan nonteknis menuju Asian Games. Pembinaan yang baik membuat kami semakin percaya diri meraih medali,"

Ia memastikan kontingen akan diberangkatkan dengan nyaman dan tanpa beban masalah nonteknis selama pertandingan di Jepang.

Strategi PBSI dan target prestasi

Kabid Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menjelaskan persiapan teknis mengacu pada evaluasi edisi sebelumnya. Perbaikan menyasar program latihan, periodisasi, dan penyesuaian jadwal kompetisi sebelum Asian Games.

"Dari pengalaman sebelumnya, kami menyiapkan program latihan dan periodisasi yang lebih baik. Kami juga mengatur jadwal kejuaraan sebelum Asian Games,"

Eng Hian menegaskan bahwa pemilihan atlet didasarkan pada performa. Kebijakan ini berlaku untuk atlet pelatnas maupun nonpelatnas.

"Kami tidak membeda-bedakan pelatnas dan nonpelatnas. Siapa yang terbaik akan dipanggil bergabung,"

PBSI menargetkan satu medali emas dari nomor beregu putra, namun tetap optimistis sektor lain juga berpeluang menyumbang medali.

Jadwal dan komposisi kontingen

Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dijadwalkan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober. Indonesia berencana mengirim 432 atlet dari 35 cabang olahraga, termasuk 20 atlet bulutangkis.

Dengan peninjauan ini, CdM dan PBSI menunjukkan langkah koordinasi antara pihak teknis dan nonteknis. Langkah selanjutnya adalah melanjutkan evaluasi berkala serta finalisasi pemusatan latihan dan jadwal turnamen sebelum keberangkatan ke Nagoya.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait