10 Permainan Tradisional Lomba 17-an yang Paling Digemari
Setiap 17 Agustus, masyarakat Indonesia merayakan Hari Kemerdekaan dengan upacara bendera dan kegiatan komunitas. Salah satu tradisi paling populer adalah lomba 17-an, yang diselenggarakan oleh lingkungan, sekolah, dan tempat kerja. Permainan ini mengedepankan kebersamaan, sportivitas, dan gelak tawa antarwarga. Berikut rangkuman 10 permainan tradisional yang kerap muncul dalam perayaan HUT RI.
1. Cracker Eating Contest (Makan Kerupuk)
Makan kerupuk adalah permainan ikonik saat perayaan 17 Agustus. Kerupuk besar digantung pada tali sementara peserta berdiri dengan tangan terikat di belakang. Mereka harus menghabiskan kerupuk itu hanya dengan mulut. Pemenang ditentukan dari siapa yang menyelesaikan kerupuk terlebih dahulu.
2. Gunny Sack Race (Balap Karung)
Dalam balap karung, peserta memasuki karung goni lalu melompat menuju garis finis. Kedua kaki harus tetap berada dalam karung sepanjang lomba. Aturan bisa menjatuhkan peserta yang keluar karung. Pemenang adalah yang mencapai garis finis lebih dulu.
3. Wooden Clog Race (Balap Bakiak)
Balap bakiak adalah lomba tim yang menuntut koordinasi tinggi. Tiga orang atau lebih berdiri di atas bakiak kayu yang sama dengan tali pengikat. Langkah harus sinkron agar tim tetap seimbang dan tidak terjatuh. Tim pertama yang tiba tanpa terperosok dinyatakan menang.
4. Greasy Pole Climbing (Panjat Pinang)
Panjat pinang sering menjadi pusat perhatian karena keseruan dan hadiahnya. Sebuah tiang licin diolesi minyak atau sabun kemudian dipanjat oleh tim secara bergotong royong. Di puncak tiang biasanya tergantung hadiah seperti sepeda dan elektronik. Lomba ini menguji kekuatan, keseimbangan, dan kerja tim.
5. Tug of War (Tarik Tambang)
Tarik tambang mempertemukan dua tim dalam adu kekuatan. Kedua pihak menarik ujung tali menuju batas wilayah masing-masing. Penanda di tengah tali menunjukkan perebutan posisi. Tim yang berhasil menarik penanda melewati batas lawan dinyatakan pemenang.
6. Marble and Spoon Race (Lomba Kelereng Sendok)
Pada lomba kelereng sendok, peserta menyeimbangkan kelereng di atas sendok sampai garis finis. Sendok dapat dipegang tangan atau digigit, tergantung aturan setempat. Jika kelereng jatuh, peserta harus mengulang atau mengganti kelereng sesuai ketentuan. Pemenang adalah yang selesai paling cepat tanpa menjatuhkan kelereng.
7. Stilt Walking Race (Balap Egrang)
Balap egrang menggunakan tunggangan bambu sebagai alat berjalan. Peserta berlari sambil menjaga keseimbangan di atas egrang menuju finis. Lomba ini menuntut konsentrasi dan ketangkasan agar tidak terjungkal. Pemenang umumnya yang tiba pertama tanpa jatuh.
8. Pillow Fight (Gebuk Bantal)
Pada gebuk bantal, dua peserta duduk di atas bambu licin yang digantung di atas air. Masing-masing membawa bantal untuk menjatuhkan lawan ke kolam atau sungai kecil. Pemain yang bertahan di bambu saat lawan jatuh dinyatakan menang. Lomba ini selalu memancing tawa penonton.
9. Eel Catching Contest (Tangkap Belut)
Tangkap belut adalah tantangan licin dan kocak. Peserta memindahkan belut hidup dari satu wadah ke wadah lain hanya dengan tangan telanjang. Jarak antarwadah kadang menambah kesulitan. Pemenang bisa ditentukan berdasarkan jumlah belut yang berhasil dipindahkan atau waktu tercepat.
10. Pencil-in-a-Bottle Challenge
Dalam tantangan ini, pensil diikat pada tali yang melingkar di pinggang sehingga menggantung di belakang peserta. Dengan punggung menghadap botol, peserta menunduk atau jongkok untuk memasukkan pensil ke mulut botol tanpa bantuan tangan. Peserta tercepat yang berhasil menempatkan pensil ke dalam botol menjadi pemenang.
Kelima dan permainan lain dalam lomba 17-an bukan sekadar kompetisi. Mereka mempererat ikatan sosial antarwarga dan melestarikan tradisi lokal. Menjaga kebersamaan seperti ini menjadi bagian penting perayaan kemerdekaan setiap tahun.
Editor gaya hidup yang menulis tentang tren, kesehatan, perjalanan, dan inspirasi kehidupan modern.
Berita Terkait
Dua Anak Muda Bali Juara Putra Putri Batik Nusantara 2026
Kadek Wijaya dan Putu Paramitha terpilih Grand Winner PPBN 2026 di Cibubur; diharapkan menguatkan peran gene...
Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 Dibuka, Pendaftaran 28 Sep–10 Okt
Pendaftaran Cerdas Cermat Jagat Satwa Nusantara 2026 dibuka 28 Sep–10 Okt untuk siswa kelas V–VI SD/MI; 36 s...
Kemenkes: Deteksi H3N2 'Superflu' Lebih Rendah pada 2026
Kemenkes: meski influenza meningkat, deteksi H3N2 subclade K ('superflu') lebih rendah pada 2026 dibanding 2...
Merah Putih Bertanya: 750 Aktor Reenaksi Insiden Hotel Yamato
750 aktor menampilkan kembali insiden Hotel Yamato pada Sabtu, merekonstruksi penurunan dan pengoyakan bende...
Kementerian Kebudayaan Gelar Pentas KILA 2026 untuk Bangkitkan Lagu Anak
Kementerian Kebudayaan menggelar Pentas KILA 2026 di Jakarta untuk menghidupkan kembali lagu anak dan mengem...
Perpustakaan Danantara Resmi Dibuka di Museum Nasional
Perpustakaan Danantara resmi dibuka 25 September 2026 di Museum Nasional; koleksi langka bisa dibaca gratis...