Khatib Aceh: Perbuatan Zalim Picu Penyesalan di Akhirat
BANDA ACEH — Ketua Guru Ngaji Center H. Mubashshirullah, Lc, M.Ag., mengingatkan bahwa perbuatan zalim dilarang dalam Islam dan membawa dampak buruk bagi pelaku. Dalam khutbah Jumat di Masjid Nurul Jadid, Lampeuneuen, Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat (17/7) bertepatan 3 Safar 1448 H, ia memaparkan definisi, kategori, dan konsekuensi kezaliman, serta dua bentuk penyesalan yang menanti pelakunya di akhirat.
Definisi dan dua kategori kezaliman
Mubashshirullah menjelaskan bahwa secara sederhana zalim berarti tidak adil, sewenang-wenang, kejam, atau menempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Ia membagi tindakan zalim menjadi dua kategori utama.
Pertama, zalim terhadap diri sendiri, yakni mengabaikan perintah Allah, tenggelam dalam dosa dan maksiat, mengabaikan kesehatan fisik dan mental, serta menjadi hamba bagi sesama manusia. Kedua, zalim terhadap orang lain, meliputi penindasan, penganiayaan fisik atau psikis, pelanggaran hak, dan perampasan harta.
Dampak dan penyesalan di akhirat
Dalam menjelaskan akibat kezaliman, Mubashshirullah merujuk Surah Al-Furqan ayat 27-29 sebagai peringatan tentang penyesalan yang mendalam di hari kiamat.
“Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang zhalim menggigit dua tangannya (menyesali perbuatannya), seraya berkata: 'Wahai, sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya dulu aku tidak menjadikan si fulan sebagai teman setia(ku). Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur’an) setelah (peringatan itu) datang kepadaku. Dan setan itu bagai manusia adalah pengkhianat.'” (QS. Al-Furqan: 27-29)
Berdasarkan ayat tersebut, ia menekankan dua bentuk penyesalan yang akan dirasakan para pelaku: menyesal karena tidak mengikuti jalan Rasul dan menyesal karena salah memilih teman dekat. Menurutnya, penyesalan itu amat berat karena berakar dari pilihan hidup yang dipenuhi hawa nafsu dan pengaruh lingkungan yang buruk.
Pesan: pilih pertemanan dan konsistensi dalam kebaikan
Mubashshirullah mengingatkan pentingnya memilih lingkaran pertemanan yang baik.
“Para pelaku kezaliman akan sangat menyesal karena selama hidup di dunia mereka mengabaikan tuntunan dan sunah yang telah diajarkan oleh Rasulullah saw. Mereka memilih jalan hidupnya sendiri yang dipenuhi hawa nafsu,”
Ia menambahkan bahwa di tengah tantangan hidup saat ini, menemukan sahabat sejati yang saling mengingatkan dalam kebaikan menjadi hal langka namun krusial.
“Oleh karenanya, berupayalah terus konsisten dalam kebaikan dan berusahalah menemukan circle-circle yang baik, yang dengannya akan menguatkan kita menghadapi berbagai macam tantangan dan rintangan zaman,”
Pesan khutbah ini menegaskan bahwa upaya memperbaiki diri dan hati-hati memilih teman merupakan langkah penting untuk menjauhkan diri dari kezaliman. Implikasi jangka panjangnya mencakup pembentukan lingkungan sosial yang lebih adil serta pencegahan perilaku merugikan baik terhadap diri sendiri maupun orang lain.
Redaktur Nasional yang fokus meliput isu pemerintahan, hukum, dan perkembangan sosial di Indonesia.
Berita Terkait
Maulid Akbar Kuta Malaka: Santuni 70 Yatim, 2.000 Jamaah
Maulid Akbar di Masjid Samahani, Kuta Malaka, 8 November, memberi santunan kepada 70 anak yatim dan diperkir...
Wakil Ketua DPRD Kritik Camat-Lurah Absen di Sosper Medan
Wakil Ketua DPRD Medan Zulkarnaen kecewa Camat Medan Timur dan Lurah Pulo Brayan Bengkel absen saat Sosper (...
Polres Sibolga Catat 502 Pelanggaran dalam Operasi Patuh Toba 2026
Polres Sibolga menertibkan 502 pelanggar dalam Operasi Patuh Toba 2026, dengan 500 teguran dan dua tilang ma...
Warga Tolak Penggabungan SD Negeri 101832 di Pancurbatu
Komite dan orang tua SDN 101832 Pancurbatu menolak penggabungan ke SDN 106820; minta keputusan Dinas Pendidi...
Rico Waas Tampung Aspirasi Warga Tegal Sari III: Drainase & Keamanan
Wali Kota Medan Rico Waas memimpin gotong royong dan Sapa Warga di Tegal Sari III untuk menindaklanjuti kelu...
RSUP H. Adam Malik Rayakan HKN ke-62: Indonesia Bergerak
RSUP H. Adam Malik menggelar rangkaian HKN ke-62 sepanjang November 2026, termasuk program Indonesia Bergera...