Gagatan Harimau: Potensi Obat dari Hutan Batang Gadis
Madina — Gagatan Harimau (Vitis thyrsiflora) yang tumbuh di kawasan Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dinilai berpotensi sebagai tanaman obat tradisional karena kandungan senyawa aktif dan pemanfaatan turun-temurun oleh masyarakat, kata Kepala Balai TNBG Ir. Agusman, SP, M.Sc., Jumat (17/07).
Ciri morfologi dan identifikasi
Gagatan Harimau mudah dikenali dari bentuk daunnya yang lonjong dengan ujung meruncing dan tepi bergerigi. Tangkai daun berbulu halus, sedangkan bagian bawah daun berwarna putih dan bertekstur kasar menyerupai kertas. Ciri-ciri ini membedakannya dari tumbuhan merambat lain di hutan.
Pemanfaatan tradisional
Secara turun-temurun, masyarakat sekitar memanfaatkan daun Gagatan Harimau untuk menjaga kebugaran dan meningkatkan stamina. Cara konsumsi yang umum dilakukan antara lain:
- merebus daun dan meminum air rebusannya,
- mengonsumsi daun muda secara langsung.
Kandungan kimia dan potensi kesehatan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa daun Gagatan Harimau mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, tanin, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut dikenal memiliki aktivitas biologis yang berpotensi memberikan manfaat kesehatan, antara lain:
- aktivitas antioksidan yang membantu menangkal radikal bebas,
- aktivitas antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu.
Meskipun potensinya menjanjikan, pemanfaatan Gagatan Harimau sebagai bahan obat atau produk kesehatan memerlukan kajian ilmiah lebih mendalam untuk memastikan efektivitas, keamanan, dan dosis yang tepat.
Pelestarian dan peran TNBG
Menurut Kepala Balai TNBG, keberadaan tumbuhan berkhasiat di kawasan hutan menegaskan pentingnya menjaga kelestarian ekosistem sebagai sumber plasma nutfah dan sumber bahan alam bagi masyarakat.
"Gagatan Harimau merupakan salah satu contoh kekayaan hayati hutan yang memiliki potensi besar untuk terus dikaji dan dimanfaatkan secara berkelanjutan. Keanekaragaman tumbuhan di kawasan TNBG tidak hanya bernilai ekologis, tetapi juga berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan, penelitian, dan kesejahteraan masyarakat," ujar Agusman.
Agusman juga menekankan perlunya dukungan masyarakat setempat dalam upaya pelestarian.
"Ini perlu sama-sama kita jaga dan lestarikan bersama agar ekosistem ini tidak punah. Kami berharap masyarakat Mandailing Natal semakin sadar pentingnya menjaga alam," tambahnya.
Implikasi dan langkah ke depan
Perlindungan habitat dan penelitian lanjutan menjadi kunci agar potensi Gagatan Harimau dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Dengan pelestarian yang tepat, sumber daya hayati ini berpeluang memberikan manfaat ilmiah, kesehatan, dan ekonomi bagi generasi mendatang.
Reporter ekonomi yang mengulas pasar, investasi, UMKM, serta kebijakan fiskal dan moneter.
Berita Terkait
Banda Aceh Academy Diluncurkan untuk Tingkatkan Kompetensi ASN
Wali Kota Illiza membuka Banda Aceh Academy pada 16 Juli 2026 untuk meningkatkan kompetensi ASN melalui tiga...
Supir Angkot Ditangkap di Humbahas, Diduga Edarkan Sabu
Supir angkot R (34) ditangkap di SPBU Nagasaribu, Humbahas; ditemukan sabu 0,73 gram dan rencananya akan dib...
Korban Kecelakaan Jamin Ginting Dirawat di RSUP Adam Malik
Enam korban kecelakaan beruntun di Jalan Jamin Ginting dirawat di RSUP H. Adam Malik; satu tewas dan satu an...
Khatib Aceh: Perbuatan Zalim Picu Penyesalan di Akhirat
Khatib Aceh ingatkan bahwa perbuatan zalim membawa penyesalan berat di akhirat; penting memilih teman dan ko...
Wagub Sumut Ajak Prancis Perkuat Kerja Sama Investasi dan Pendidikan
Wagub Sumut Surya mengajak Prancis memperkuat kemitraan strategis dengan Sumut dalam investasi, pendidikan,...
PTPN IV Perkuat Pasokan CPO Dukung B50 dan Petani Sawit
PTPN IV PalmCo tingkatkan serapan TBS dan pasokan CPO untuk mendukung B50, sekaligus memperkuat produktivita...