Olahraga

Gus Nabil: Pencak Silat Harus Jadi Kekuatan Pemersatu Bangsa

Bagikan:
Gus Nabil berbicara pada pelantikan PB IPSI di TMII, Jakarta, 15 September 2026

Muchamad Nabil Haroen atau Gus Nabil menegaskan pencak silat harus menjadi kekuatan pemersatu bangsa dan alat pembinaan karakter. Pernyataan ini disampaikan seusai pelantikan PB IPSI Masa Bakti 2026–2030 di TMII, Jakarta Timur, Sabtu, 15 September 2026. Ia mengajak semua perguruan bergotong royong untuk memperkuat prestasi dan organisasi pencak silat Indonesia.

Penguatan persatuan antar perguruan

Gus Nabil mengakui keberagaman tradisi dan identitas perguruan sebagai kekayaan. Menurutnya, perbedaan tersebut bisa menjadi sumber kekuatan nasional jika dibangun bersama.

"Kita boleh berasal dari perguruan yang berbeda. Kemudian, memakai warna yang berbeda, dan tumbuh dari tradisi berbeda,"

Ia menegaskan seluruh pengurus PB IPSI harus bergerak dalam satu visi di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB IPSI Sugiono. Setiap pengurus diminta menerjemahkan kebijakan organisasi menjadi kerja nyata sesuai bidangnya.

Peran Pagar Nusa dan dukungan kader

Sebagai Ketua Umum Pimpinan Pusat Pagar Nusa, Gus Nabil menyatakan siap menggerakkan sekitar tiga juta kader untuk mendukung pembinaan atlet dan pengembangan pencak silat. Ia menekankan dukungan itu bukan untuk menonjolkan satu perguruan.

"Ini bukan agenda satu perguruan, melainkan ikhtiar bersama seluruh keluarga besar pencak silat,"

Ruang dukungan diarahkan pada beberapa fokus berikut:

  • Peningkatan kompetensi pelatih dan sertifikasi wasit-juri.
  • Pendidikan karakter untuk generasi muda.
  • Penguatan organisasi serta pembinaan atlet berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Pengembangan industri pencak silat untuk membuka peluang ekonomi bagi atlet dan pelatih.

Pencak silat sebagai pendidikan karakter

Gus Nabil menekankan pencak silat bukan sekadar olahraga atau perolehan medali. Ia melihatnya sebagai wahana pembentukan karakter yang mengajarkan keberanian, disiplin, pengendalian diri, dan penghormatan kepada guru.

"Kita mewarisi pencak silat dari para leluhur bukan hanya sebagai teknik bela diri. Pencak silat juga menjadi jalan pembentukan manusia dengan karakter dan akhlak,"

Oleh karena itu, ia mendukung integrasi nilai pencak silat dalam pendidikan formal sebagai bagian dari pendidikan karakter nasional.

Target prestasi dan langkah ke depan

PB IPSI periode 2026–2030 didorong mempercepat pembinaan prestasi lewat kompetisi berkualitas, pemeringkatan atlet yang objektif, dan profesionalisme pelatih. Gus Nabil siap mendukung standardisasi serta sertifikasi pelatih dan wasit-juri.

"Ini bukan pekerjaan satu ketua umum, satu kepengurusan, atau satu periode,"

Pelantikan PB IPSI dipimpin Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman dan dihadiri pejabat negara serta tokoh pencak silat. Gus Nabil menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dengan seluruh pengurus demi membawa pencak silat menembus panggung internasional, termasuk target menuju Olimpiade.

Komitmen kolektif dan implementasi program yang konsisten akan menjadi penentu kemajuan pencak silat Indonesia ke depan.

Yoga Prasetyo
Penulis
Yoga Prasetyo

Pecinta olahraga yang aktif melaporkan sepak bola, bulu tangkis, dan berbagai kompetisi internasional.

Berita Terkait