Nasional

Pemulangan 9 WNI: Jalani Pemeriksaan Medis-Forensik di Istanbul

Bagikan:
Sembilan WNI relawan menjalani pemeriksaan medis-forensik di Istanbul sebelum dipulangkan

Sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sempat ditahan oleh militer Israel menjalani rangkaian pemeriksaan medis dan forensik di Istanbul, Turki sebelum dipulangkan ke Indonesia. Proses ini dilakukan pada 21β€”23 Mei 2026 untuk mendokumentasikan dugaan kekerasan fisik dan mengumpulkan bukti hukum bagi penyelidikan internasional.

Pemeriksaan forensik dan tujuan investigasi

Semua pemeriksaan berlangsung di Institut Kedokteran Forensik Istanbul. Langkah ini ditempuh untuk memperoleh bukti valid atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia selama penahanan.

Prosedur mencakup visum forensik dan pengumpulan testimoni resmi. Hasil pendataan medis dirancang untuk melengkapi berkas penyelidikan internasional terkait insiden penyergapan kapal kemanusiaan.

Jaminan perlindungan oleh pemerintah Indonesia

Dubes RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, menyatakan pemeriksaan bersifat komprehensif dan diawasi oleh pihak berwenang setempat. Ia memastikan negara hadir sejak WNI mendarat di Istanbul hingga pemulangan selesai.

β€œAkan ada proses testimoni. Visum dan tes kesehatan oleh pihak Turki,”

Rizal menambahkan Tim Kejaksaan Istanbul turut mengawal investigasi untuk menjamin bukti yang dikumpulkan dapat digunakan dalam proses hukum. Ia menyampaikan bahwa pemulangan akan dilaksanakan secepatnya setelah proses di Turki rampung.

Kondisi WNI dan kronologi singkat

Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Istanbul melaporkan kesembilan WNI dalam kondisi sehat meski sempat mengalami kekerasan fisik saat ditahan.

"Alhamdulillah hari ini bersama-sama sembilan saudara-saudari kita yang bergabung dalam misi GSF (Global Sumud Flotilla). Telah bersama kami dalam kondisi sehat walafiat,"

pernyataan itu disampaikan oleh Kepala Perwakilan KJRI Istanbul, Darianto Harsono, dalam sebuah video yang dibagikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Darianto melaporkan beberapa bentuk kekerasan yang dialami, antara lain ditendang, dipukul, dan bahkan disetrum.

Berikut pemeriksaan yang dijalankan di Turki:

  • Visum forensik untuk mendokumentasikan luka fisik.
  • Pengumpulan testimoni resmi para penyintas.
  • Tes kesehatan menyeluruh untuk kondisi fisik dan psikologis.

Jadwal pemulangan

Berdasarkan keterangan resmi, sembilan WNI dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026, sore. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, menyatakan kedatangan diperkirakan sekitar pukul 15.30 WIB dan akan disambut langsung oleh Menlu Sugiono di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Rombongan direncanakan mendarat di Lounge Umrah, Terminal 3. Pemerintah menegaskan prioritas pemulihan kondisi fisik dan mental para relawan serta kelengkapan bukti untuk proses hukum selanjutnya.

Proses pemeriksaan di Istanbul menjadi bagian krusial untuk memastikan hak-hak korban terpenuhi dan agar pelanggaran yang dialami dapat ditindaklanjuti secara hukum di tingkat internasional.

J
Penulis
John Doe

No bio yet 😊

Berita Terkait